Faculty of Cultural Studies

Universitas Brawijaya

PENTINGNYA PENELITIAN DAN PEMAHAMAN PERBEDAAN BUDAYA JEPANG DAN BUDAYA INDONESIA KAJIAN NONVERBAL COMMUNICATION

15-Aug-2014 admin Jurnal Penelitian

Aji Setyanto

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan apa saja yang ada antara budaya Jepang dan budaya Indonesia, Kebiasaan yang berhubungan dengan komunikasi, serta    Kajian  nonverbal communication,  kemungkinan kesalahpahaman apa yang akan terjadi apabila tidak bisa saling memahami perbedaan ini.

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif diskriptif, dengan mengambil lokasi penelitian di Jepang dan Indonesia, dengan subyek penelitian orang Indonesia yang tinggal di Jepang, dan orang Jepang yang ada di Indonesia, untuk mendapatkan hasil yang akurat dilakuan pengambilan data melaui angket, wawancara dan pengamatan.

Dari hasil penelitian ini dapat diketahui, walaupun budaya Jepang dan budaya Indonesia merupakan  hight context culture,  terdapat perbedaan dalam kebiasaan berkomunikasi serta dalam  nonverbal communication.  Perbedaan itu antara lain: orang Indonesia mudah berkomunikasi dengan orang yang tidak dikenal, tanpa ada kepentingan sekalipun, sementara di Jepang tidak bisa bicara dengan orang yang tidak dikenal kalau tidak ada kepentingan. Adanya penimpalan kata-kata saat orang lain sedang bicara, kebiasaan suka memuji, meminta maaf dan berterimakasih dalam budaya Jepang sedang dalam budaya Indonesia tidak ada. Pemahaman tentang waktu budaya Jepang adalah monochronic time sedangkan Indonesia adalah polychronic time. Perbedaan dalam cara pandang saat bicara, budaya sentuh maupun jarak saat komunikasi. Serta kebiasaan lain yang berhungan dengan komunikasi.

Kemungkinan kesalahpamahan yang terjadi adalah perasaan bersalah, merasa direndahkan, tidak didengarkan, takut dan bahkan marah karena sikap orang yang dihadapi tidak sesuai dengan yang diharapkan atau diduga, yang bisa berakibat fatal dalam kelanjutan komunikasi antara orang-orang yang berbudaya Indonesia dan berbudaya Jepang.

Kata Kunci : Komunikasi antar budaya,  Budaya Jepang, Budaya Indonesia, pemahaman budaya, nonverbal communication,

REFERENSI

Agus Mulyanto  (2011), “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepemimpinan Guru Dalam
Pembelajaran, Karakter Kesantunan Dalam Ekspresi Nonverbal”
Anto Satriyo Nugroho  (2006),  “Perbandingan Budaya Indonesia dan Jepang”  ,  Nagoya
International Center
Argyle. (1975). Bodily  Communication. New York. International University Press
Birdwhistell R.L.. (1970). Kinesics and Context. Philadelphia. University of Pennsylvania
Press
Christian Skoda (2007) “55 Nations  –  Stereotypes that will  Ruin or Make your Day” ,
International Institute of Social Studies of Erasmus University Rotterdam
Deddy Mulyana dan Jalaluddin Rakhmat,  2006, Human Communication:
Konteks-konteks Komunikasi .  Komunikasi Antarbudaya:Panduan Berkomunikasi
dengan Orang-Orang Berbeda Budaya.. Bandung:Remaja Rosdakarya.
Foreign Affairs and International Trade Canada  Web, Cultural Information-  Indonesia,
http://www.intercultures.gc.ca  (30 September 2010)
http://www.leadcreate.co.jp/psn/e-learning/eh_ibunka_c/ic02_04.swf
http://andriaditya.wordpress.com/2007/06/21/indonesia-dan-afta/ (12 Pebruari 2013)
http://garis-04.tripod.com/id26.html (12 Pebruari 2013)
Kim Geung Seob (2009) “Komunikasi Antara Budaya Korea Dan Indonesia: Kajian tentang
Perilaku Masyarakat Korea dan Jawa”, Pusat Studi Korea UGM
Knapp, Mark. (1972). Nonverbal Communication in Human Interaction. New York. Rinehart
and  Winston
Mehrabian, Albert. (1968).  Physchology Today. Volume II: Commmunication Without
Words.
Muhammad Handi Gunawan, S.Pd (2001) “Non-Verbal Communication: The “Silent”
Cross-Cultural; Contact With Indonesians”
Naoka Maemura (2009) “A qualitative investigation of trainees’ adjustment in Japan:A case
study of trainees from Indonesia, (Serial No.54) US-China Education Review、USA
Okada Akihito (2010) ” Ibunka komyunikeeshonron ~ Rikai to Kouryu o susumeru tame no
sukiru o manabu”, Kouza shirabasu, Tokyo Gaikokugo Daigaku
Porter and Samovar. (1976).  Intercultural Communication: A Reader.  (2nd ed.). Belmont,
CA: Wadsworth.
Prosser. (1978).  The Cultural Dialogue: An Introduction to Intercultural Communication.
Boston: Houghton Mifflin.
Sakamoto, Nancy and Reyko Naotsuka. (1982).  Polite Fiction: Why Japanese and
Americans Seem Rude to Each Other. Kinseido
Sano Masayui (1996)”Ibunka no Sutoratejii 50 no Ibunkateki topikku o shiten ni shite”,
Tokyo, Taishuukanshoten.
The Japan Fondation Survey , 2009
Veronica Boxberg Karlsson (2009) “The Smiling Report 2009 shows that the trend
continues downwards”Agus Mulyanto  (2011), “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepemimpinan Guru Dalam
Pembelajaran, Karakter Kesantunan Dalam Ekspresi Nonverbal”