Faculty of Cultural Studies

Universitas Brawijaya

UNGKAPAN PERMINTAAN MAAF DALAM BAHASA JEPANG DITINJAU DARI ASAL KATANYA

29-Jul-2015 admin Jurnal Penelitian

Aji Setyanto

Sastra Jepang, Univesitas Brawijaya, Malang

Email: adjie_brawijaya@yahoo.co.jp, adjie_s@ub.ac.id Telp: 081333216379

要旨

日常生活では、人間は他の人と付き合う時、間違い、また失敗する事がよくある。そういうことが起こったら、その人との関係を保つためにはまず、謝ることである。世界中にある言語と同じで、日本語でも何かを伝える時、いろいろな表現があり、謝罪表現と言われる。その日本語の謝罪表現を漢字、また言葉から分析した結果、意味的には相手に謝ることではなく、自分の間違いや悪いことや、すまないことなどを相手に伝えることである。それは、「すみません」、「すまん」、「ごめんなさい」、「申し訳ありません」、「失礼」、「失礼しました」、「わるい」という表現などである。本当に謝る言葉では「許して下さい」という表現もある。

ABSTRAK

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia ketika  berinteraksi dengan yang lainnya seringkali terjadi kesalahpahaman, ketidakcocokan ataupun kesalahan yang lain, baik itu disengaja atau tidak. Apabila terjadi hal semacam itu, orang yang melakukan kesalahan lazimnya minta maaf. Permintaan maaf dalam bahasa Jepang sangat banyak ragamnya, ada yang menggunakan ungkapan permintaan maaf, ada pula yang tidak menggunakan kata minta maaf. Ditinjau dari asal katanya beberapa ungkapan permintaan maaf dalam bahasa Jepang lebih cenderung merupakan pengakuan kesalahan atau perbuatan yang tidak baik ( sumimasen, gomennasai, shitsureishimashita, mooshiwakearimasen, warui). Sebaliknya ada juga yang benar-benar mengandung arti minta maaf (yurushite kudasai).

Kata kunci : ungkapan permintaan maaf

Kesimpulan

Dari hasil analisa beberapa ungkapan permintaan maaf dalam bahasa Jepang tersebut dapat diambil kesimpulan :

  1. Permintaan maaf dalam bahasa Jepang sangat banyak ragamnya.
  2. Permintaan maaf dalam bahasa Jepang ada yang menggunakan ungkapan permintaan maaf, ada pula yang tidak menggunakan kata minta maaf.
  3. Ditinjau dari asal katanya beberapa ungkapan permintaan maaf dalam bahasa Jepang lebih cenderung merupakan pengakuan kesalahan atau perbuatan yang tidak baik ( sumimasen, gomennasai, shitsureishimashita, mooshiwakearimasen, warui). Sebaliknya ada juga yang benar-benar mengandung arti minta maaf (yurushite kudasai).
DAFTAR PUSTAKA

Chaer, Abdul, 1995, Pengantar Semantik Bahasa Indonesia, Rineka Cipta, Jakarta.

Gakken「学研」, 1996, Gurando Ji Suupaa 「グランド辞スーパー」 : Version 1.0, Gakken「学研」, Tokyoo「東京」.

Koodansha「講談社」, 1992, Nihongo Daijiten 「日本語大辞典」, Koodansha「講談社」, Tokyoo「東京」.

Kokusai Kooryukikin Nihongo Kokusai Sentaa「国際交流基金日本語国際センター」, 1990, Nihongo Chuukyuu II「日本語中級II」, Bonjinsha「凡人社」, Tokyoo「東京」.

Kridalaksana, Harimurti, 1993, Kamus Linguistik, Edisi Tiga, Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Mizutani Osamu and Mizutani Nobuko, 1979, Nihongo Notes 2; Expressing Oneself in Japanese, The Japan Times, Tokyo.

Mizutani Osamu and Mizutani Nobuko, 1980, Nihongo Notes 3; Understanding Japanese Usage, The Japan Times, Tokyo.

Makino Seichi and Tsutsui Michio, 1986, A Dictionary of Basic Japanese Grammar, The Japan Times, Tokyo.

Makino Seichi and Tsutsui Michio, 1986, A Dictionary of Intermediate Japanese Grammar, The Japan Times, Tokyo.

Nagoya Daigaku Nihongo Kyooiku Kenkyuu  Guruupu Shuu「名古屋大学日本語教育研究グループ集」, 1992, Gendai Nihongo Koosu Chuukyuu I 「現代日本語コース中級I」(A Course in modern Japanese Volume Three)Nagoya Daigaku Shuppansha「名古屋大学出版社」, Nagoya「名古屋」.

Nagoya Daigaku Nihongo Kyooiku Kenkyuu  Guruupu Shuu「名古屋大学日本語教育研究グループ集」, 1992, Gendai Nihongo Koosu Chuukyuu II 「現代日本語コース中級II」(A Course in modern Japanese Volume Four) Nagoya Daigaku Shuppansha「名古屋大学出版社」, Nagoya「名古屋」.

Nelson, Andrew N., 1994, Kamus Kanji Modern Jepang – Indonesia; Kesaint Blanc Indah Corp. Jakarta.