Ditulis pada 1 December 2014 , oleh admin

Visi

Menjadi Program Studi Antropologi yang berstandar internasional dalam pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang bertumpu pada potensi dan kebudayaan lokal.

Misi

  1. Menyelenggarakan proses pembelajaran pada jenjang pendidikan strata 1 dengan menjunjung tinggi prinsip transparansi dan profesionalitas keilmuan antropologi.
  2. Mengembangkan penelitian dan publikasi ilmiah dalam bidang sosial budaya, terutama isu-isu pariwisata, media, dan pembangunan wilayah Indonesia Timur.
  3. Menjalankan program pengabdian kepada masyarakat sebagai kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata, media, dan pembangunan wilayah Indonesia Timur.

Tujuan

  1. Menghasilkan sarjana antropologi yang menguasai teori, konsep, dan metode antropologi yang kompeten di bidang sosial budaya, terutama isu-isu pariwisata, media, dan pembangunan wilayah Indonesia Timur
  2. Menghasilkan lulusan yang mampu mengungkap dan menganalisis permasalahan-permasalahan sosial budaya masyarakat,  terutama isu-isu pariwisata, media, dan pembangunan wilayah Indonesia Timur
  3. Menghasilkan lulusan yang mampu mengaplikasikan pengetahuan keantropologian dalam kehidupan sosial budaya masyarakat, terutama isu-isu pariwisata, media, dan pembangunan wilayah Indonesia Timur

PROFIL LULUSAN

  • Peneliti sosial budaya yang kompeten dalam isu-isu pariwisata, media, dan pembangunan wilayah Indonesia Timur
  • Pelaku (aktivis) pemberdayaan masyarakat yang fokus pada isu-isu pariwisata, media, dan pembangunan wilayah Indonesia Timur
  • Praktisi yang bergerak dalam bidang pengembangan sosial budaya, terutama isu- isu pariwisata, media, dan pembangunan wilayah Indonesia Timur
  • Pegawai Negeri Sipil untuk mendukung pengembangan program-program pemerintah dalam bidang sosial budaya

KOMPETENSI LULUSAN

  1. Sarjana antropologi yang berwawasan kritis dan dinamis serta menghargai keanekaragaman budaya bangsa.
  2. Pemikir kebudayaan/antropolog yang mempunyai kemampuan analisa yang tajam, metodologi yang kuat, serta memiliki kesadaran advokasi terhadap berbagai permasalahan sosial budaya masyarakat.
  3. Sarjana antropolog yang memiliki kemampuan dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan konsep pemecahan masalah dengan menggunakan metode ilmiah.