Laboratorium Ilmu Humaniora

Fakultas Ilmu Budaya

Students of Darmasiswa RI Program FCS-UB Played Gamelan

08-Mar-2018 humaniora Berita, Divisi Bahasa, Uncategorized

Selasa (6/3/2018), para mahasiswa Program Darmasiswa RI Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) berlatih gamelan di Gedung Rektorat Lama Lantai 1 UB. Kegiatan ini merupakan kegiatan ekstrakurikuler semester 2 bagi mahasiswa Program Darmasiswa RI angkatan 2017/2018. Sebelumnya, pada semester 1 mereka belajar Tari Reog sebagai kegiatan ekstrakurikulernya.

Dengan dilatih oleh tiga orang pelatih dari Unitantri UB: 2 orang melatih gamelan dan 1 orang melatih sinden, kegiatan ini nantinya akan diadakan selama 8 kali pertemuan. Kegiatan ini diawali dengan memperkenalkan nama-nama alat musik gamelan Jawa yang terdiri dari: bonang barung/ bonang babok/ bonang babon, bonang penerus, saron, peking, demung, slenthem, kenong, kethuk, kempyang, kempul, gong, gender, gambang, dan kendang.

Selain itu, juga diperkenalkan tangga nada yang sering digunakan dalam gending yang dimainkan dengan seperangkat gamelan Jawa, yaitu laras slendro dan laras pelog. Sebagai pemula, pelatih dari Unitantri UB mengajari para mahasiswa Program Darmasiswa RI FIB UB memainkan lagu lancaran yang merupakan bentuk gending sederhana. Lagu pertama yang diajarkan adalah “Suwe Ora Jamu”.

Para mahasiswa asing tersebut terlihat antusias dalam memainkan alat musik gamelan Jawa tersebut. Kesebelas mahasiswa tersebut adalah Roman Pavliuk dari Ukraina, Kyungin Kim dari Korea Selatan, Randrianarimalala Haingo Julianah dari Madagaskar, Izatullo Kurbonov dari Tajikistan, Gidiao Silva dari Timor Timur, Afsana Ali dan Tanya Patel dari India, Mohammeda-Hadi Ibrahim Bosha Ahmed dari Sudan, Nurma Tayoh, Husnee A-Buwah dan Habibuddeen Luebaeteh dari Thailand.

Adapun tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk memperkenalkan budaya Indonesia sekaligus memberikan pengalaman memainkan alat musik gamelan Jawa kepada seluruh mahasiswa Program Darmasiswa RI FIB UB. Dengan harapan, pada akhir semester ini, mereka lebih dekat dengan Indonesia dan bisa memainkan lagu sederhana tradisional Jawa untuk dipentaskan pada acara perpisahan mereka. [DT/MSH/PSIK FIB]