Laboratorium Ilmu Humaniora

Fakultas Ilmu Budaya

Penutupan Program Darmasiswa Republik Indonesia Tahun Akademik 2017/2018

20-Jul-2018 humaniora Berita, Divisi Bahasa, Uncategorized

Senin (9/7/2018), Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) menggelar acara Penutupan Program Darmasiswa Republik Indonesia (DRI) angkatan pertama tahun akademik 2017/2017. Acara yang diadakan di Aula lantai 2 Gedung A FIB UB dan dimulai pada pukul 10.00 WIB ini merupakan acara kelulusan bagi 11 mahasiswa asing yang belajar bahasa, kesenian, dan budaya Indonesia selama 1 tahun dibawah naungan Divisi Bahasa, Laboratorium Ilmu Humaniora FIB UB.

Turut hadir dalam acara ini adalah Rektor UB Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR., MS., Dekan FIB UB Prof. Dr. Agus Suman, S.E., DEA., Ketua Program Double Degree Prof. Ir. Lilik Sulistyowati, PhD., Perwakilan dari International Office UB yaitu Devanto Shasta Pratomo, SE., M.Si., PhD. (Koordinator Penerimaan Mahasiswa Internasional) dan Fadli Robbianto Basuki, S.E. (Bagian Pelayanan Perijinan IO UB), Wakil Dekan I FIB UB, para Ketua Jurusan di FIB UB, Kepala Tata Usaha FIB UB, orang tua asuh dari Desa Poncokusumo, para pengajar, dan tamu undangan lainnya.

Acara dibuka dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya oleh seluruh hadirin, disambung dengan penampilan Tari Reog Ponorogo yang dibawakan oleh dua mahasiswa DRI yaitu Gidiao Silva dari Timor Timur dan Randrianarimalala Haingo Julianah dari Madagaskar, serta laporan Ketua Panitia DRI UB Rizky Nufiarni, M.A.

Setelah laporan Ketua Panitia DRI UB, Dekan FIB UB memberikan sambutan. Dalam sambutannya, Dekan FIB UB menyampaikan beberapa hal, “Saya sebagai Dekan FIB UB patut berbangga karena tujuan Program Dramasiswa ini selaras dengan visi dan misi FIB UB yaitu malaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi yang meliputi Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat di bidang bahasa dan budaya. Melalui Divisi Bahasa Laboratorium Ilmu Humaniora FIB UB, 11 mahasiswa ini telah belajar bahasa dan budaya Indonesia tidak hanya di dalam kelas namun juga praktik kontekstual di masyarakat.”

“Besar harapan saya, ketika kembali ke negara masing-masing para mahasiswa ini menjadi Duta Bahasa dan Budaya Indonesia di negara masing-masing,” lanjut Dekan FIB UB.

Selanjutnya, Rektor UB Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR., MS., dalam pidatonya berharap agar para mahasiswa DRI tidak hanya akan mempromosikan budaya Indonesia tetapi juga mengenalkan Universitas Brawijaya setelah mereka kembali ke negara masing-masing. Selain itu, Rektor UB juga berharap program ini menjadi lebih baik.

Acara dilanjutkan dengan penayangan video rangkaian kegiatan DRI Tahun Akademik 2017/2018 di FIB UB, disambung dengan penyerahan sertifikat dan transkrip akademik yang menandakan bahwa saat ini para mahasiswa DRI telah secara resmi menjadi alumni Universitas Brawijaya dalam Program Darmasiswa RI Tahun Akademik 2017/2018.

Sebagai penghargaan pada para mahasiswa DRI berprestasi, FIB UB juga memberikan penghargaan bagi mereka yang menjuarai kompetisi tingkat nasional maupun lokal, baik bidang akademik maupun non akademik. Mahasiswa DRI berprestasi pada bidang akademik antara lain: Habibuddeen Luebaeteh (Thailand) juara 1 Lomba Pidato Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing tingkat nasional, Roman Pavliuk (Ukraina) juara 1 kompetisi SLICE (Semarang LIA International Competition and Exhibition), dan Kyungin Kim (Korea Selatan) juara 2 Kompetisi Menulis tingkat nasional. Sedangkan dalam bidang non-akademik adalah: Habibuddeen Luebaeteh (Thailand) dan Kyungin Kim (Korea Selatan) juara 1 ganda putra tenis meja dalam FIB Cup, Kyungin Kim (Korea Selatan) juara 2 tunggal putra bulutangkis dalam FIB CUP, Nurma Tayoh (Thailand) juara 2 putri bulutangkis dalam FIB Cup, dan Mohammeda-Hadi Ibrahim Bosha Ahmed (Sudan) juara 2 lomba lari 100 meter dalam FIB Cup

Acara selanjutnya adalah penyampaian pesan dan kesan dari perwakilan mahasiswa DRI yaitu Husnee A-Buwah (Thailand) selama mengikuti program ini. Dilanjutkan dengan unjuk kebolehan para mahasiswa DRI yang berprestasi sampai meraih juara tingkat nasional. Dimulai dengan pidato Habibuddeen Luebaeteh (Thailand) yang berjudul ‘Saya Cinta Indonesia’ dan telah mengantarkannya menjadi juara 1 Lomba Pidato Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing tingkat nasional mewakili UB.

Masih dengan prestasi mahasiswa, acara disambung dengan penampilan mahasiswa yang menjadi juara 1 kompetisi SLICE yaitu presentasi video ‘Aku Cinta Tiga Warna’ oleh Roman Pavliuk (Ukraina). Acara diselingi dengan penampilan Gamelan oleh para mahasiswa DRI. Gamelan ini adalah salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti oleh para mahasiswa DRI.

Penampilan berikutnya adalah Cerita Kim. Cerita ini adalah yang dituliskan oleh Kim Kyungin (Korea Selatan) dalam kompetisi menulis tingkat nasional yang berhasil mengantarnya menjadi juara 2 mewakili UB dengan tema mengangkat nilai-nilai dari cerita ‘Bawang Merah dan Bawang Putih’ dalam kehidupan sehari-hari. Penampilan terakhir adalah Tari Maumere yang dibawakan oleh seluruh mahasiswa DRI yang dipandu oleh Tanya Patel (India), kemudian Ramah Tamah dan foto bersama.

Program Darmasiswa RI

Program Darmasiswa RI adalah program beasiswa tahunan yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI kepada mahasiswa asing dari negara-negara yang menggalang hubungan diplomatik dengan Indonesia untuk belajar bahasa, kesenian, dan kebudayaan Indonesia. Para mahasiswa Program Darmasiswa RI ditempatkan di beberapa perguruan tinggi di Indonesia.

Divisi Bahasa, Laboratorium Ilmu Humaniora, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya mendapatkan kehormatan menyelenggarakan program Darmasiswa tahun akademik 2017/2018 untuk pertama kali, bersama lima universitas lainnya. Universitas Brawijaya mendapatkan jumlah peserta terbanyak yaitu 14 orang, namun tiga diantaranya tidak dapat mengikuti program ini karena masalah keimigrasian dan kendala teknis lainnya.

Kesebelas mahasiswa Program Darmasiswa RI tahun ajaran 2017/2018 tersebut adalah Roman Pavliuk dari Ukraina, Kyungin Kim dari Korea Selatan, Randrianarimalala Haingo Julianah dari Madagaskar, Izatullo Kurbonovdari Tajikistan, Gidiao Silva dari Timor Timur, Afsana Ali dan Tanya Patel dari India, Mohammeda-Hadi Ibrahim Bosha Ahmed dari Sudan, Nurma Tayoh, Husnee A-Buwah dan Habibuddeen Luebaeteh dari Thailand.

Selain pelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing, program Darmasiswa Universitas Brawijaya juga dirancang untuk memperkenalkan budaya Indonesia, dengan belajar membatik dan mengunjungi candi-candi, seni Indonesia dengan belajar menari Reog Ponorogo dan Gamelan Jawa.

Selain itu juga diberi wawasan tentang multikulturalisme di Indonesia melalui program asimilasi dengan warga Desa Poncokusumo selama tiga hari. Dalam program tiga hari tersebut, mahasiswa mendapatkan pengalaman tinggal bersama keluarga asuh yang mereka anggap sebagai orang tua mereka di Indonesia.

Aspek kepedulian terhadap sesama juga diintegrasikan dalam pembelajaran melalui kunjungan ke panti asuhan dimana mahasiswa mempersiapkan dan mempertunjukkan berbagai acara untuk menghibur para anggota panti asuhan. (DT/MSH/PSIK FIB)