Ditulis pada 28 September 2017 , oleh Indonesia , pada kategori Pengumuman

Ada dua bidang yang saya tekuni, yakni etnolinguistik dan kajian disabilitas, khususnya kajian tuli (deaf-studies). Maka, karya ilmiah saya berkutat pada dua disiplin ilmu tersebut. Pada awal mulanya saya meneliti mantra kidung Jawa yang terdapat di dalam Kitab Primbon Jawa, yang oleh sebagian orang dianggap kuno dan irrasional. Saya mencoba menggalinya melalui perspektif etnolinguistik dan melahirkan beberapa tulisan tentang mantra Kidung Jawa, termasuk yang mengantarkan saya memenangi kompetisi di Asia Research Institute-National University of Singapore: http://www.ari.nus.edu.sg/staff/ari-agsf-2012.html. Tulisan saya tentang mantra kidung Jawa sebagai berikut: (1) Mantra Kidung Jawa (Kajian Repetisi dan Fungsi) (2012) sebagai tesis master saya di UNS Surakarta, kajian ini menuntun pada perluasan kajian yang lebih dalam tentang mantra Jawa: (2) Analisis Wacana Mantra Jawa (2011), (3) Kearifan Lokal Mantra Kidung Jawa (2012), (4) Sinkretik Linguistik pada Mantra Kidung Jawa (2014), (5) Menyigi Kata Takbermakna dalam Mantra Jawa (2016). Pergumulan saya dengan mantra Jawa menuntut saya untuk memperhatikan keberlangsungan hidup bahasa Jawa. Tulisan saya terbaru yang berfokus pada pelestarian dan pemertahanan bahasa Jawa: (1)  Jurnal Linguistik Indonesia tentang Kebijakan Perencanaan Bahasa Jawa dengan judul “Hal yang Rumpang dan Timpang dalam Kebijakan Perencanaan Bahasa Jawa” (2) di Jurnal Widyaparwa tentang Ragam Panggung Bahasa Jawa dengan judul “Bunyi Cempala yang Kehilangan Gaung (Tingkat Pemahaman Generasi Muda Jawa atas Ragam Panggung Bahasa Jawa)”.

 

Dalam kajian disabilitas saya menekuni kajian tuli (deaf-studies) di Pusat Studi dan Layanan Disabilitas Universitas Brawijaya (PSLD-UB), di sini kontribusi linguistik untuk penyandang tunarungu sangat penting. Hal itu disebabkan anak-anak tuli kesulitan dalam hal menyusun kalimat yang mampu dipahami dengan baik, padahal mereka dalam perkuliahan dituntut mampu menulis. Saya–selaku kepala bidang tutorial– membantu mahasiswa tuli dalam membenahi tulisan mereka yang terbolak-balik susunan gatranya dan pilihan kata yang tidak kolokatif. Selain itu, saya juga mengadakan penelitian tentang ketulian dan mengembangkan pembelajaran inklusif. Tulisan saya–bersama dengan Alies Poetri Lintangsari– terkait dengan kajian tuli berjudul “Tingkat Pemahaman Arti Leksikal Leksem yang berkonsep Abstrak dan Emosi bagi Penyandang Tunarungu” dalam IJDS (Indonesian Journal of Disability Studies). Saat ini saya juga menekuni pemerolehan dan penguasaan bahasa anak tuli di sekolah dasar melalui eksperimentasi-penelitian-naratif.

 

Penggabungan antara pengkajian etnolinguistik dan kajian tuli menuntun saya pada pengamatan yang lebih luas, yakni tentang Seni Disabilitas (Art Disability). Penelusuran ini menyasar pada pertanyaan utama: bagaimana penyandang disabilitas merepresentasikan dirinya dalam karya seni dan susastra mereka atau bagaimana disabilitas dipotret melalui karya seni dan susastra? Melalui pengamatan dan wawancara mendalam di pelbagai kota di Indonesia, saya memetakan dan membuhulsimpulkan kecenderungan seni disabilitas di Indonesia dalam judul ringkas: “Seni Disabilitas: Dari Terapi Menuju Apresiasi”. Jejak rekam tulisan saya yang lain dapat dilihat pada laman-pribadi: wahyu-widodo.com. Untuk jalin-erat lebih lanjut dapat menghubungi saya melalui email:wahyu_widodo@ub.ac.id atau wahyuheningdiri@gmail.com.