Ditulis pada 28 September 2017 , oleh Indonesia , pada kategori Pengumuman

 

putri

 

Putri Kumala Dewi, M.Pd adalah nama yang diberikan oleh kedua orang tua saya pada 21 Maret 1985 silam. Saya lahir di Donomulyo, Malang Selatan, di tengah-tengah keluarga yang sederhana, tetapi pekerja keras dan disiplin. Ayah saya adalah seorang guru Matematika SMP dan ibu saya adalah seorang ibu rumah tangga. Kini saya tinggal di Perum Baity Land Kav. 4, Klojen, Malang. Nomor saya 081 233 145 565/0857 5555 4013.

Pada tahun 1996, saya lulus dari SDN IV Donomulyo. Seiring dengan kelulusan saya, saya terpaksa pindah rumah kontrakan yang belakangan baru saya ketahui bahwa alasannya karena faktor ekonomi. Tahun 1996—1999 saya sekolah di SMPN 1 Donomulyo, tempat ayah saya mengajar.  Selama tiga tahun sekolah, saya tidak pernah menikmati jam istirahat karena harus berjualan gorengan dengan ibu di kantin. Namun, prestasi saya lumayan hingga pada tahun 1999, saya bisa bersekolah di SMAN 1 Kepanjen. Adaptasi yang paling sulit adalah dengan jam belajar baru. Saat masih di SD—SMP, pukul 18.00—20.00 WIB, saya selalu ditunggu ayah di meja belajar. Namun, saat di SMA, jam-jam itu adalah jam mengobrol teman-teman kos saya. Pada akhirnya saya belajar setiap pukul 02.00—04.00 WIB saat teman-teman saya masih berselimut mimpi. Perjuangan itu membuat saya pada tahun 2002 bisa lulus dan mendapat juara 3 di jurusan saya, Bahasa. Tahun 2002—2006 dan 2007—2010 saya melanjutkan pendidikan Sarjana dan Magister Pendidikan Bahasa Indonesia di Universitas Negeri Malang. Saat kuliah saya mendapatkan beasiswa prestasi, membantu kakak berjualan ikan cupang, mengajar di lembaga bimbingan belajar, dan menjadi asisten dosen. Hasilnya lumayan untuk tambahan biaya hidup dan tugas-tugas kuliah yang setiap bulan selalu diberikan orang tua saya, tetapi sebenarnya tidak cukup. Dengan izin Allah SWT, saya bisa lulus dengan predikat cumlaude. Tahun 2011, saya mencoba melamar di Universitas Brawijaya berkat informasi lowongan kerja dari kolega dan website UB. Sempat gagal pada rekruitmen pertama. Namun, akhirnya pada rekruitmen kedua, di tahun yang sama, Allah SWT mengizinkan saya menjadi keluarga besar Prodi Diksasindo, FIB UB.  Saat di Diksasindo, Allah SWT memberikan  kesempatan saya menjadi Kaprodi periode 2011—2015. Tantangan terberat adalah saat memperjuangkan izin Prodi dan Akreditasi Prodi bersama teman-teman sejawat. Kini masih banyak PR yang harus saya kerjakan untuk meningkatkan kompetensi profesional saya sebagai dosen pendidikan, khususnya bidang evaluasi pembelajaran. Untuk mencapainya, kegiatan pengajaran, penelitian, jurnal, buku, seminar, dan pengabdian masyarakat, saya fokuskan ke bidang tersebut. Selama bekerja, sering lingkungan saya menilai diri saya adalah pribadi yang keras, idealis, perfeksionis, dan kurang sabar. Namun, jauh di dalam lubuk hati, saya hanya ingin menggapai cita-cita terbesar saya, yaitu “membanggakan orang tua”. Saya juga selalu takut Allah SWT sehingga senantiasa berusaha bekerja keras, disiplin, dan profesional dalam bekerja. Hidup untuk saya ibarat menaiki anak tangga. Untuk menggapai sesuatu, harus dengan kerja keras, disiplin, tahap demi tahap, bukan dengan cara instan. Akhirnya tidak ada seseorang yang mampu melihat wajah sendiri tanpa cermin. Kekurangan dalam diri saya tidak mampu saya lihat sendiri tanpa nasihat orang lain. Untuk itu, saya selalu mendengar masukan, komentar, dan nasihat dari orang lain untuk memperbaiki kekurangan dalam diri saya. Dengan begitu, saya pun  dapat berbuat lebih baik dan lebih baik lagi.