PS Pendidikan Bahasa Inggris

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Sharing Session The Use of ICT in EFL Classroom: Perlunya Penggunaan TIK dalam Pengajaran Bahasa

21-Feb-2018 Pendidikan Inggris Berita, Kegiatan

wokshop series 1

“TIK dapat digunakan sebagai satu media yang efektif dalam pembelajaran bahasa saat ini. Peserta didik merasa nyaman dalam belajar bahasa asing,” kata Christine David, dosen dari Universitas Shantou, China, dalam Workshop on The Use of ICT in EFL Classroom yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) pada hari Selasa (20/2/2018). Christine bukan satu-satunya dosen yang terlibat dalam lokakarya ini. Ada pula Nick Lischynsky dan Jessica Xu Feng Su, keduanya dari Universitas Shantou, China.

Christine menyebutkan Moodle, sebuah aplikasi pesan instan, yang dia gunakan sebagai satu media pengajaran. “Hal yang baik tentang Moodle adalah bisa mengatur waktu penyerahan dengan teknik clocking. Aplikasi ini dapat melakukan banyak hal di mana guru dapat menempatkan PPT untuk pelajaran hari tersebut. Ini adalah cara untuk mengetahui apakah pelajaran itu berhasil atau tidak,” katanya.

Jessica juga memperkenalkan murid-muridnya dengan aplikasi olahpesan instan lainnya, WeChat. “Di sini saya mengelompokkan murid-murid saya, menugaskan mereka, berbagi materi pelajaran, memasang tautan dari beberapa materi sehingga saya dapat membagikan tautan melalui WeChat selama kelas berlangsung yang mengarahkan siswa ke halaman tautan tersebut,” kata Jessica. Siswa juga mendapat kesempatan untuk memilih secara online, misalnya memberikan suara untuk kalimat topik terbaik. “Guru kemudian bisa memberikan umpan balik langsung kepada siswa. Pekerjaan rumah juga dikumpulkan secara online. Pekerjaan rumah online mencegah siswa menyalin pekerjaan teman karena pekerjaan rumah harus dilakukan di setiap platform individu yang tidak dapat diakses orang lain,” kata Jessica.

Nick, di sisi lain, tidak hanya menyebutkan pesan instan. Dia juga menggunakan lab bahasa yang dilengkapi perangkat multimedia untuk meningkatkan kemampuan komunikasi siswa. “Klub menonton film merupakan salah satu sarana yang menjanjikan untuk meningkatkan kemampuan bahasa siswa dengan meminta mereka untuk menjawab beberapa pertanyaan tentang film tersebut, bagaimana mereka saling berinteraksi tentang film tersebut. Melalui ini, saya juga bisa menggunakan film sebagai latihan pengucapan dan latihan tata bahasa,” katanya. Christine menambahkan, “Universitas Shantou memiliki Center for Independent Language Learning (CILL). Tempat ini memiliki koleksi video, beberapa di antaranya adalah film terkini bagi siswa untuk ditonton dan dipelajari karena mereka dilengkapi dengan teks bahasa Inggris. Terdapat juga TV dimana siswa dapat menonton program TV Amerika.” Selanjutnya, Jessica menambahkan, “Siswa China dalam belajar bahasa Inggris memiliki ketakutan untuk berbicara karena ini adalah aktivitas yang “menakutkan”. Itu sebabnya saya selalu mencari aktivitas yang lebih menyenangkan untuk menarik mereka dalam belajar bahasa Inggris. ”

Workshop on The Use of ICT in EFL Classroom dilaksanakan dalam tiga hari dari tanggal 20 sampai 22 Februari 2018. Acara ini terlaksana atas kerja sama FIB-UB dengan Universitas Shantou China.

Jessica Xu Feng Su, Nick Lischynsky, and Christine David

Jessica Xu Feng Su, Nick Lischynsky, and Christine David