PS Pendidikan Bahasa Inggris

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Muhammad Dhimas Agung Sugiharto memenangkan Medali Perunggu pada Exhibition of Malaysia Technology Expo 2018

27-Feb-2018 Pendidikan Inggris Berita

 WhatsApp Image 2018-03-01 at 06.32.47

Muhammad Dhimas Agung Sugiharto, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (Pebasis) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) angkatan 2017 bersama timnya berhasil memenangkan medali perunggu pada ajang “Exhibition of Malaysia Technology Expo 2018″. “Ini bermula dari percakapan saya dengan teman dari Fakultas Peternakan. Dia menciptakan alat yang diberi nama GENPOMENT,” ujar mahasiswa yang sering dipanggil Amma. GENPOMENT sendiri merupakan kependekan dari Green ENvironment POlutry ModErN Transportation, alat transportasi bebas polusi. “Alat ini mau dilombakan ke internasional. Mereka butuh anak yang bisa bahasa Inggris buat bantu translating buat presentasi disana,” ujar Amma. Akhirnya ia diajak untuk masuk ke dalam tim guna mengikuti lomba berstandar internasional. Di MTE, peserta disediakan stand. “Ketika ada juri datang kami menjelaskan produk ini,” kata Amma.

Ditanya tentang kesulitannya ketika menjadi juru bicara dalam timnya untuk menjelaskan produk, Amma menyatakan dia tidak mengalami kesulitan yang berarti.  “Karena saya ada di dalam kelompok itu jadi saya ikut mempelajari tentang mobil itu. Kebetulan dulu saya anak IPA, jadi saya tau ilmunya seperti itu. Jadi saya udah tau bagaimana mobil ini dirancang bagaimana fungsi setiap partnya jadi saya bisa menjelaskan,” ujarnya.

 WhatsApp Image 2018-03-01 at 06.32.48

Sebagai mahasiswa prodi Pebasis, keikutsertaannya di ajang MTE 2018 menginspirasinya dalam banyak hal. “Karena saya di pendidikan bahasa Inggris jadi saya nanti ikut pula memperkenalkan anak-anak saya ke kancah internasional. Karena ini yang pertama, ini juga menjadi pengalaman saya agar nanti saat mengajar saya bisa membimbing mereka untuk menginternasionalkan karya-karya mereka,” ujarnya. Hal ini didasari karena peserta MTE 2018 ada yang masih duduk di Sekolah Dasar, dan tentunya ada guru yang membimbing mereka. Hal ini terkait juga dengan cakupan MTE yang berkaitan dengan riset dan teknologi, dan teknologi pembelajaran juga menjadi salah satu bagiannya. “Disana juga ada stand-stand dimana guru-guru memberikan metode-metode baru mengenai pengajaran, misal mengajarkan proses penghafalan matematika dengan metode yang bagus yang lebih asik buat anak-anak belajar,” terangnya.

Kedepannya, Amma berharap dia bisa mengikuti kegiatan ini lagi dan kegiatan lainnya. “Ini langkah saya pertama ke sana jadi saya masih jadi anggota belum jadi ketua kelompok. Jadi ini saya belajar buat saya sendiri bersama teman-teman dari pendidikan,” katanya.