PS Pendidikan Bahasa Inggris

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Didik Hartono, S.S, M.Pd: Jangan Takut untuk Maju

12-Mar-2018 Pendidikan Inggris Berita, Dosen

didik edit

“Mahasiswa dikatakan sebagai lulusan yang sukses adalah dia yang menguasai ilmu bidang studinya yang dibuktikan dengan nilai IPK yang tinggi, lulus tepat waktu, serta waktu tunggu untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih singkat,” ujar Didik Hartono, S.S, M.Pd, pada acara Pelepasan dan Pembekalan Wisudawan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) Periode 9 2017/2018 (10/Mar/2018) bertempat di Aula FIB Gedung A lantai 2. Setelah lulus, kita memasang target untuk pekerjaan kita yang terkadang terlalu tinggi. “Pada akhirnya kita dihadapkan pada pilihan, jadi pengangguran, stress karena keadaan tidak menentu, atau sukses, tetapi harus kerja keras,” lanjut Didik.

Didik juga mengungkapkan bahwa ketakutan adalah musuh terbesar untuk maju. “Jika masih takut, misalnya takut untuk mencoba, secara otomatis kita tidak mempunyai kemampuan dan pengalaman,” ujarnya. Menurutnya, sebagai lulusan perguruan tinggi negeri, mereka diuntungkan dalam banyak hal. “Secara umum, lulusan kita unggul dalam banyak hal. Kualitas, penyerapan pasar, pengetahuan, dan juga keterampilan. Jadi, jangan takut dan siaplah mendominasi pasar kerja,” lanjut dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (Pebasis) tersebut.

Karena itu, menurutnya, kunci sukses kuliah tidak hanya melalui nilai yang bagus, kemampuan soft skill yang dimiliki, tetapi juga perluasan networking. “Apa yang saya dapatkan sekarang ini juga tidak terlepas dari networking, dimana keberhasilan yang saya dapatkan tidak terlepas dari bantuan pihak lain,” ujar Didik yang juga menjabat sebagai Wakil Direktur Brawijaya Language Center. Di akhir penjelasan, Didik menyampaikan, “Dalam dunia profesional, orang akan melihat tiga aspek penting dari diri kita; kemampuan kognitif, keterampilan, dan yang paling penting adalah attitude kita. Seseorang yang memiliki attitude yang bagus akan lebih baik daripada seseorang yang hanya mengandalkan IPK yang tinggi.”