PS Pendidikan Bahasa Inggris

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Dua Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Memenangkan 3 Medali di Wintex 2018

17-Mar-2018 Pendidikan Inggris Berita

NILAM EDIT

Dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (Pebasis) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) berhasil mendapatkan 3 medali pada acara World Invention and Technology Expo (WINTEX) 2018 yang berlangsung di Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB). Mereka adalah Muhammad Dhimas Agung Sugiharto (Pebasis 2017) dan Nilam Izzatul Atqa Zain (Pebasis 2016). Acara yang berlangsung selama 2 hari (12-13/Mar/2018) tersebut merupakan hasil kerjasama Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan Institut Teknologi Bandung (LPIK-ITB) dengan Indonesian Invention and Innovation Promotion Associaton (INNOPA). Acara yang kali ini dilaksanakan di Bandung ini merupakan kompetisi Inovasi Internasional yang kali ini diikuti lebih dari 100 proyek inovasi peserta dari berbagai negara, seperti Indonesia, Malaysia, India, Sri Lanka, Taiwan, Korea, USA, Croatia, dan Romania. Ajang kompetisi ini membuka kesempatan bagi para peserta untuk memperkenalkan dan memasarkan produk-produk inovasi.

Nilam dan timnya mendapatkan 2 medali di 2 kategori yang berbeda. Ia mendapatkan Gold Medal melalui inovasinya bertema KALIMA JHC (Javanese Herbal Coffee) di kategori Biotcehnology & Health. “KALIMA JHC itu kopi robusta yang ditambah komposisi dari bahan-bahan herbal, yaitu kapulaga, kayu manis, kacang hijau, kencur, jahe, yang bisa meminimalisir bahaya dari kafein yang dihasilkan oleh kopi serta mempunyai manfaat untuk kesehatan,” jelas Nilam. Tim ini terdiri dari Nilam mewakili FIB, 1 orang mahasiswa Fakultas Peternakan, 3 mahasiswa Fakultas Pertanian, dan 1 orang mahasiswa Fakultas Teknik.

 AMMA EDIT

Sementara itu, produknya yang bertema AT-B (Aero Techno Boat) mendapatkan Silver Medal di kategori Mechanical. “Kami membuat perahu yang ramah lingkungan karena perahu zaman sekarang yang memakai solar itu mengeluarkan gas karbon yang bisa merusak lapisan ozon dan bisa membunuh ekosistem laut.  Perahu nya memakai sistem flywheel yang memanfaatkan angin laut dan ombak laut sebagai penggeraknya. Dari energi kinetik yang dihasilkan, dirubah menjadi energi listrik dan disimpan di generator DC, yang selanjutnya energi listrik tersebut bisa digunakan untuk penerangan pada Kapal dan sebagai mesin untuk jalan nya kapal,” jelas Nilam. Sama seperti pada kategori Health, Nilam tergabung dengan tim yang terdiri dari Nilam dari FIB, 1 mahasiswa dari Fakultas Peternakan, 1 orang mahasiswa Fakultas Pertanian, 1 orang mahasiswa Fakultas Teknik, dan 1 mahasiswa dari Program Vokasi. Pengalaman yang mengantarkan pada kompetisi internasional ini ternyata bukan yang pertama kali dilakukan Nilam. Sebelumnya Nilam pernah mengikuti International Invention and Innovative Competition (InIIC) 2017 di bulan November. Saat itu Nilam mendapatkan Gold Medal.

Muhammad Dhimas Agung Sugiharto atau yang kerap disapa Amma mendapatkan Bronze Medal melalui hasil penelitian bersama teman-temannya dari Fakultas Peternakan UB yang diberi nama GEN-POMENT (Green ENvironment POlutry ModErN Transportation), yaitu alat transportasi bebas polusi. Alat ini sebelumnya pernah dilombakan di ajang Exhibition of Malaysia Technology Expo (MTE) 2018 bulan Februari lalu. Pada waktu itu alat ini mendapatkan Bronze Medal. Karena sudah berencana mengikutsertakan lagi GEN-POMENT di ajang kompetisi lainnya, berbagai persiapan pun dilakukan, terutama berkaca dari pengalaman di kompetisi MTE. “Waktu di Malaysia kita ada yang kurang mengenai awards yang didapat dari karya kita sehingga waktu di Bandung kemarin kita mempersiapkan awards yang pernah kita dapat sebelumnya dan mengganti alur presentasi pembahasan,” ujar Amma.

Seperti halnya kompetisi yang pernah mereka ikuti sebelumnya, pada Wintex 2018 ini mereka mendapatkan banyak kesan. “Yang pasti banyak pengalaman baru yang saya dapatkan, teman baru, sudut pandang baru, ide-ide inovasi untuk memecahkan masalah yang ada, mental pejuang dan pengalaman hidup baru tentunya,” jawab Amma. Senada dengan Amma, Nilam pun mendapatkan kesan yang mendalam. “Mendapatkan teman dan wawasan baru, tidak hanya dari universitas lain tetapi juga dari negara lain. Itu yang menyenangkan,” ujarnya.