PS Pendidikan Bahasa Inggris

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Sosialisasi Program Pengenalan dan Pengelolaan Pembelajaran (P4)

06-Jun-2018 Pendidikan Inggris Berita, Kegiatan

P4 edited

Guna memperkenalkan kembali salah satu programnya, Jurusan Pendidikan Bahasa, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) mengadakan acara Sosialisasi Program Pengenalan dan Pengelolaan Pembelajaran (P4) yang bertempat di Aula FIB Gedung A lantai 2 (6/Juni/2018). “Program ini semula lebih dikenal sebagai PPL atau Program Pengenalan Lapangan. Tetapi nama ini dipakai oleh program PPG. Karena itu kami menamakan P4 untuk membuat perbedaan,” jelas Devinta Puspita Ratri, dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (Pebasis) yang juga bertindak sebagai ketua pelaksana program P4 pada periode ini. Acara ini mengundang para kepala sekolah dari sekolah mitra yang bersedia menampung para mahasiswa untuk praktik mengajar.

Acara ini dibuka oleh dekan FIB UB, Prof. Dr. Agus Suman, S.E, DEA. Agus berharap bahwa kerja sama dengan pihak sekolah bisa menguntungkan kedua belah pihak. “Saya tidak hanya berharap kegiatan ini mampu menjadi sarana pengaplikasian Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga menjadi sarana untuk lebih memperkenalkan program-program yang ada di Fakultas Ilmu Budaya pada masyarakat,” ujarnya. Diharapkan pula kegiatan ini menjadi sarana untuk menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah mitra melalui kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam kesempatan ini, turut pula memberikan presentasi adalah kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Dra. Zubaidah, M.M. Menurut Zubaidah, kegiatan sosialisasi ini perlu dilakukan. “Kegiatan ini tidak hanya sebagai pengenalan program yang sebelumnya sudah ada, tetapi juga mengenalkan program studi pendidikan di UB karena sebelumnya belum banyak yang tahu kalau UB memiliki jurusan pendidikan,” katanya.

Program P4 ini akan berlangsung dari tanggal 6 Agustus hingga 15 September 2018 dan diikuti oleh mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa yang setidaknya telah menempuh 100 sks. Sekolah mitra yang bersedia menerima para mahasiswa untuk menjalani program tersebut tidak hanya Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di kota Malang, tetapi juga SMP dan SMA di kabupaten Malang dan kota Batu. (AG)