PS Pendidikan Bahasa Inggris

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Muhammad Yogi Arifky Zuhri Menembus Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2018

07-Aug-2018 Pendidikan Inggris Berita

Yogi Arifky 06 edit

Muhammad Yogi Arifky Zuhri, mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Inggris (Pebasis) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) angkatan 2016, bersama rekan-rekan satu timnya, Dikau Tondo Prastyo (Fakultas Ekonomi dan Bisnis UB) dan Nurul Rodiyah (Antropologi FIB UB), berhasil menembus Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke 31 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang akan diadakan pada 28 Agustus – 1 September 2018 melalui penelitian berjudul ‘Analisis Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) Farm Edutourism Brau sebagai Model Pengembangan Desa Tertinggal Berbasis Community Based Tourism’. Mereka tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang dalam lingkupnya berfokus kepada bidang Penelitian Sosial Humaniora dan menjadi finalis untuk melakukan presentasi mewakili UB di ajang PIMNAS tersebut. “Bisa dibilang ini merupakan pengumuman final untuk bisa berbicara banyak lagi di PIMNAS dan sebelumnya kami telah melewati seleksi dari universitas, dari nasional, dan akhirnya dari DIKTI untuk bisa melenggang mengikuti PIMNAS tahun ini di UNY,” kata Yogi.

Pemilihan Batu sebagai lokasi penelitian bukanlah tanpa alasan. Pemerintah Kota Batu menjadi salah satu pemerintah daerah di Indonesia yang pengembangan sektor pariwisatanya menjadi basis perekonomian dan dicerminkan melalui penyematan ikon Kota Wisata Batu (KWB). “Hal ini ditunjang juga oleh banyaknya potensi sektor pariwisata seperti pertanian, kehutanan, dan wisata artifisial serta ditambah corak potensi adat-istiadat yang khas, heritage landscape yang inovatif, dan potensi edukasi peternakan,” jelas Yogi. Salah satu daerah di Kota Batu yang mempunyai potensi pertanian, perkebunan, dan peternakan yakni di Dusun Brau Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji yang juga terdapat Inpres Daerah Tertinggal (IDT). Dusun Brau memiliki beberapa potensi wisata untuk dikembangkan yakni peternakan sapi perah, wisata alam, dan home industry olahan susu sapi. Namun mengingat wisata yang sudah berkembang di Dusun Brau masih terbatas, meskipun biodiversitas objek daya tarik wisatanya sangat mendukung dan juga belum adanya pemetaan potensi daerah dan alur pengembangannya.

 Yogi Arifky 03 edit

Yogi berharap penelitian ini dapat mendorong terciptanya paket wisata minat khusus yang mendukung pengembangan wisata edukasi peternakan. “Paket wisata dapat mempermudah wisatawan dalam mengeksplorasi objek daya tarik wisata di daerah sekitar Dusun Brau. Selain itu, paket wisata juga berguna dalam mengenalkan produk lokal Dusun Brau sebagai komoditas paket wisata Industri Rumah Tangga,” kata Yogi. Diharapkan pula kegiatan ini dapat menguak kearifan lokal warga Dusun Brau dalam mengembangkan potensi peternakan sebagai basis perekonomiannya. Mereka berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini. “Kedepannya, kami tim PKM PSH ini, akan memberikan rekomendasi ke stakeholders sesuai hasil analisis dan penelitian kami,” jelasnya. (AG)