PS Pendidikan Bahasa Inggris

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Olimpiade Pebasis, Wadah Potensi dan Bakat Mahasiswa Pebasis

07-Nov-2018 Pendidikan Inggris Berita

IMG20181106182453

Bakat positif mahasiswa sebaiknya tidak hanya dipendam, tetapi lebih baik disalurkan melalui sebuah kegiatan yang mampu mewadahinya. Hal tersebut dilakukan karena bisa melahirkan bibit-bibit baru yang yang tidak hanya mampu meningkatkan potensi diri tetapi juga menaikkan citra positif dari sebuah program studi. Menyadari hal tersebut, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (AEELS) Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (Pebasis) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB), mengadakan Olimpiade Pebasis. “Olimpiade Pebasis diadakan karena banyaknya potensi bakat yang dimiliki mahasiswa Pebasis yang harus diwadahi,” kata Braja Perkasa Bimantoro, mahasiswa Prodi Pebasis angkatan 2017 yang juga bertindak sebagai ketua pelaksana acara. Selain itu, Olimpiade Pebasis juga menjadi tempat berkumpulnya seluruh angkatan mahasiswa aktif dan alumni beserta dosen Prodi Pebasis. Olimpiade Pebasis ini merupakan acara perdana AEELS yang menggabungkan tiga acara besar, yaitu Pebasis Cup, Student Day, dan Gees Anniversary AEELS yang merupakan acara ulang tahun AEELS.

                Acara pembukaan Olimpiade Pebasis ini dilaksanakan pada hari Selasa (6/Nov/2018) bertempat di Aula FIB Gedung B. Bertindak sebagai pembawa acara adalah Denius (2017) dan Tyas Azizah (2016). Diawali dengan laporan kegiatan dari ketua pelaksana kegiatan, acara dilanjutkan oleh pembukaan yang diwakili oleh Dr. Hasbullah, M.Pd, salah satu dosen Pebasis. Berikutnya adalah perkenalan seluruh peserta dari tiga angkatan, yaitu angkatan 2016. 2017, dan 2018. Acara hiburan menjadi agenda berikutnya yang menampilkan beberapa bakat mahasiswa, diantaranya Ibnu (2013) yang menampilkan contemporary dance.

IMG20181106184724

Rangkaian kegiatan Olimpiade Pebasis diawali dengan pemilihan Kaka Kiki yang berlangsung pada tanggal 1 – 3 November 2018. Kaka Kiki adalah pemilihan Duta Pebasis yang pesertanya adalah mahasiswa angkatan pertama. “Pemilihan Kaka Kiki ini bertujuan untuk mempromosikan Prodi Pebasis, dan mereka juga ikut serta dalam kegiatan internal dan eksternal pebasis, misalnya menjadi MC di acara-acara yang diadakan Prodi Pebasis,” kata Braja. Kaka Kiki terpilih akan dimasukkan di paguyuban Kaka Kiki untuk persiapan ajang pemilihan duta lainnya. Pada tanggal 8 November, kompetisi Newscast dan Storytelling diadakan. Di ajang newscast, para peserta diminta menunjukkan kemampuannya dalam membawakan sebuah berita seperti layaknya pembaca berita profesional. Untuk kompetisi storytelling, para peserta diberikan pilihan tema yang kesemuanya adalah dongeng, mulai dari Hercules, Cinderella, hingga Alladin. Sehari setelahnya, yaitu tanggal 9 November 2018, digelar kompetisi Musikalisasi Puisi, dimana mahasiswa menginterpretasi puisi melalui music, dan Speech sesuai dengan pilihan tema yang diberikan panitia.

                Selain seni, cabang olah raga juga dipertandingkan di sini, yaitu badminton dan futsal. Badminton dijadwalkan tanggal 10 November 2018 bertempat di GOR Tombro. Sedangkan futsal dijadwalkan pada tanggal 11 November 2018 di Champions Futsal Tidar, Malang. Pada cabang olah raga tidak hanya mahasiswa saja yang bertanding, tetapi juga alumni Pebasis.

                Seluruh pemenang lomba akan dibacakan pada acara penutupan yang dijadwalkan pada tanggal 17 November 2018. Sebagai acara tahunan, banyak sekali hal-hal yang diharapkan oleh Braja sebagai ketua pelaksana tahun ini. “Saya berharap dengan adanya kegiatan Olimpiade Pebasis ini kita semua sebagai keluarga Pebasis bisa menjadi lebih akrab lagi dan mengenal semua anggota keluarga Pebasis,” pungkasnya. (AG)