PS Pendidikan Bahasa Inggris

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya

Program 3 in 1 Prodi Pebasis Menghadirkan Willy A. Renandya

21-Oct-2018 Pendidikan Inggris Berita, Kegiatan

IMG-20181020-WA0005

Dalam rangka mewujudkan salah satu visi Universitas Brawijaya, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya mengadakan Program 3 in 1. Program 3 in 1 merupakan suatu proses belajar mengajar yang dilaksanakan oleh tiga orang pemateri terdiri atas satu pemateri dari dosen internal Universitas Brawijaya, satu pemateri dari praktisi sesuai bidang keilmuan pada mata kuliah masing-masing, serta satu pemateri dari dosen luar negeri (visiting professor). Aktivitas utama tim dosen dalam program 3 in 1 adalah melakukan proses pembelajaran di kelas dan/atau laboratorium sesuai dengan silabus perkuliahan pada satu mata kuliah.

Seluruh program studi di FIB mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan program ini, tidak terkecuali prodi Pendidikan Bahasa Inggris (Pebasis). Prodi Pebasis mendapatkan pemateri dosen dari luar negeri, yaitu Dr. Willy Ardian Renandya dari National Institute of Education Singapore. Sedangkan praktisi dari bidang keilmuan adalah Robby Aditya, direktur English First (EF) Malang. Mata kuliah yang menjadi pilihan untuk program ini adalah Language Teaching Methodology (LTM) dengan koordinator mata kuliah Ika Puspitasari, M.Pd.

Sesi yang diisi oleh Willy dilaksanakan selama 3 hari (18-20/Oktober/2018). Pada hari pertama, kegiatan yang dilakukan adalah workshop bertema Language Teaching Methodology for English Language Teachers at Secondary Schools in Malang. Bertempat di Swiss-bel Inn, peserta workshop ini adalah guru-guru SMP, SMA, dan SMK se kota Malang. “Kami berharap bahwa akan ada setidaknya penyegaran bagi para guru dalam mengajar bahasa Inggris, setidaknya sedikit pencerahan bagi mereka,” kata Devinta Puspita Ratri, M.Pd, salah satu pengajar mata kuliah Language Teaching Methodology. Selain itu, melalui acara ini akan dilaksanakan kerja sama antara Pebasis dan MGMP se kota Malang. Selain workshop, pada hari yang sama juga diadakan diskusi tentang visi dan misi prodi Pebasis. Acara ini dihadiri oleh seluruh dosen Pebasis. Willy memberikan evaluasi dan pendapat tentang kurikulum Pebasis. “Kami berharap adanya masukan tentang perbaikan kurikulum yang tentunya berguna untuk akreditasi, terutama yang berhubngan dengan kurikulum,” jelas Devinta.

Pada hari kedua (19/Oktober/2018) dilaksanakan dua acara. Yang pertama adalah Workshop on Writing and Publishing in International Journals for FCS lecturers. Betermpat di ruang rapat gedung A FIB lantai 6, acara ini diikuti oleh para dosen Pebasis dan perwakilan masing-masing prodi di FIB. Acara ini bertujuan untuk memberikan wacana atau pengetahuan tentang publikasi, terutama terindex Scopus. “Kami berharap para dosen bisa mempublish jurnalnya, terutama yang terindex Scopus,” jelas Devinta. Acara kedua pada hari tersebut adalah diskusi tentang visi dan misi FIB. Willy berdiskusi dan memberikan evaluasi serta masukan tentang visi dan misi FIB bersama para pejabat structural FIB.

Acara terakhir dari rangkaian kegiatan ini adalah kuliah tamu dengan judul Approaches on English Language Teaching for Undergraduate Students of English Language Education Program. Diikuti oleh mahasiswa semester 5 yang menempuh mata kuliah LTM, Willy berbagi tentang pendekatan-pendekatan baru tentang pembelajaran bahasa. “Mahasiswa yang mendapat teori di kelas bersama dosen pengampu bisa mendapat input teori-teori baru yang disampaikan pak Willy,” jelas Devinta. Diharapkan pula mahasiswa mendapat masukan baru tentang teori LTM yang nantinya bisa dihubungkan dengan materi yang disampaikan oleh praktisi pada sesi berikutnya. (AG)