Ditulis pada 13 July 2017 , oleh Pendidikan Jepang , pada kategori Berita

Perkenalkan, nama saya Luthfiah Fajrin dari jurusan Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Brawijaya angkatan 2012. Saya pertama kali berangkat ke Jepang pada tanggal 24 September 2015 sebagai penerima beasiswa Japanese Studies selama satu tahun. Saya memilih Universitas Pendidikan Fukuoka (福岡教育大学) sebagai tempat belajar karena saya ingin lebih mendalami tentang dunia pendidikan. Bukan hanya ilmu tentang pendidikan saya yang saya dapatkan, tetapi saya mendapatkan begitu banyak pengalaman lain yang tidak akan saya dapatkan di tempat lain.
Kesempatan belajar satu tahun di Jepang saya manfaatkan dengan mencoba hal yang tidak bisa saya rasakan di Indonesia. Seperti membuat boneka salju dan perang salju. Menikmati indahnya bunga sakura. Merasakan puasa yang lebih panjang daripada di Indonesia, maupun mempelajari budaya-budaya Jepang lainnya. Bahkan, saya berubah menjadi orang yang menyukai travelling. Walaupun sebelumnya saya tidak terlalu suka jalan-jalan dan mencoba hal baru.
Ada begitu banyak hal yang sangat berkesan selama saya berada di Jepang. salah satunya adalah pengalaman mengikuti club memanah atau yang lebih dikenal dengan kyudo. Kyudo memiliki begitu banyak keunikan dan ciri khas yang tidak ada dalam olahraga memanah lainnya. Dimulai dari persiapan memanah, gerakan-gerakan dalam memanah maupun setelah berakhirnya kegiatan. Semuanya memiliki aturan yang berbeda dengan panahan pada umumnya. Apalagi di Indonesia sangat sulit untuk menemukan club kyudo. Sehingga mempelajari kyudo merupakan pengalaman tersendiri yang sangat berkesan bagi saya.
Hal lain yang saya dapatkan selama berada di Jepang adalah mendapatkan begitu banyak teman dari berbagai negara selain Jepang seperti China, Rumania, Belgia, Amerika, Brazil maupun Korea. Berteman dengan berbagai orang dari berbagai macam Negara membuat saya lebih mengenal berbagai budaya dan mengapresiasi sebuah perbedaan dengan cara yang santun.
Sebagai seorang muslim, tantangan terbesar adalah memilah-milah anatara makanan yang bisa saya konsumsi dan tidak bisa saya konsumsi. Tapi hal ini tidak menjadi sebuah hambatan, karena saya bisa belajar nmembuat masakan Jepang yang bisa dikonsumsi oleh muslim. Sehingga tidak hanya mempelajari budaya Jepang saja, tetapi juga bisa mempraktikkannya secara langsung.
lutfia

lutfia1

lutfia2