PS Pendidikan Bahasa Jepang

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya
Ditulis pada 26 September 2017 , oleh Pendidikan Jepang , pada kategori Berita

Pada tanggal 21 September 2016 tahun lalu, akhirnya saya menginjakkan kaki di Jepang. Tepatnya di kota kecil bernama Kumamoto yang terletak di Pulau Kyushu. Ya, alhamdulillah akhirnya saya diterima dalam program pertukaran pelajar selama 1 tahun di Universitas Kumamoto. Tujuan dari program ini adalah untuk memperdalam kemampuan bahasa Jepang. Saat itu udara sudah mulai sejuk dan daun momiji mulai berubah warna sebagai tanda memasuki awal musim gugur. Ketika musim dingin suhu paling rendah yang sempat saya rasakan adalah -3derajat celcius, namun karena lokasi Kumamoto berada dibawah sedikit condong ke iklim tropis jadi salju sangat sedikit turun dikota ini. Saat musim dingin makanan yang hangat adalah makanan terbaik. Namun tidak seperti di indonesia yang tersedia berbagai menu kuah yang sedap seperti rawon soto atau mi kuah, di Kumamoto sangat susah menemukan makanan yang enak namun beruntungnya di Kumamoto ini terdapat menu ramen yang insyaallah halal yang dapat ditemui di area dekat kampus. Ramen ini umumnya terbuat dari kaldu babi namun disini spesial ramen ini terbuat dari kaldu seafood dan sayur jadi kami para muslim insyaallah boleh mengkonsumsinya. Menurut saya kota Kumamoto adalah kota yang nyaman untuk ditinggali.
Saya merasa sangat beruntung dapat mengikuti program di Universitas Kumamoto. Kampus ini memiliki perpustakaan yang besar dan bagus sekali. Shokudo atau Kantin yang ada didalam kampus sangat memperhatikan jumlah gizi dan kalori yang baik untuk mahasiswanya, dan kita bisa melihat jumlah kalori yang kita makan pada struk pembayaran menu makanan kita. Bahkan kantin ini juga menyediakan menu halal yaitu chicken rendang kare.
Dengan saya mengikuti program ini saya bisa merasakan langsung perkembangan teknologi yang semakin maju yang digunakan didalam kampus di Jepang ini, misalnya mesin pencatat peminjaman, pengembalian, dan perpanjangan masa pinjam buku perpustakaan. Walaupun mesin ini hanya disediakan dalam bahasa Jepang menurut saya mesin ini sangat efektif karena melihat banyaknya mahasiswa yang melakukan kegiatan pinjam meminjam buku , sehingga petugas perpustakaan juga tidak kuwalahan melayani para mahasiswa. Selain dapat merasakan langsung alat-alat canggih disini, saya juga sangat nyaman dengan aturan-aturan kehidupan sehari-hari disini seperti membagi jenis-jenis sampah yang dibuang, aturan lalu lintas yang tertib sehingga minim sekali kemungkinan adanya kecelakaan, sampai self service yang wajib dilakukan orang-orang disini ketika mereka berada di restoran fastfood. Setelah makan kita harus membersihkan meja yang kita gunakan dan mengembalikan nampan yang kita gunakan sehingga meja-meja pada restoran tersebut selalu bersih dan rapi setiap saat.
Di Universitas Kumamoto ini terdapat sakuru atau semacam klub yang bernama C3 ( Cross Cultural Communication Circle) . Klub ini sering kali menyediakan event-event menarik seperti welcome party untuk ryugakusei / mahasiswa pertukaran yang baru datang, melihat hanabi taikai bersama, memasak makanan korea, taiwan, mochi, dan aktivitas lainnya. Pengurus klub ini semuanya adalah mahasiswa Jepang, sehingga mahasiswa ryugakusei bisa dengan mudah untuk mencari teman mahasiswa Jepang. Selama saya di Kumamoto ini pun saya turut serta dalam berbagai kegiatan Perkumpulan Pelajar Mahasiswa Jepang korda Kumamoto. Saya turut serta dalam kegiatan Indonesia to Kumamoto no tanoshii bunka kouryuu yaitu acara bertukar budaya antara Indonesia dengan Kumamoto. Disana saya dan mahasiswa Indonesia lainnya memperkenalkan alat musik tradisional yaitu angklung dan membawakan beberapa lagu daerah seperti Rek Ayo Rek. Selain itu saya juga turut serta dalam pertunjukan tari kontemporer yang kami ciptakan sendiri yang ditampilkan di event Universitas Kumamoto. Saya merasa sangat bangga bisa mengenalkan budaya saya ke masyarakat luar negeri selama disana.
Putri1

putri2

Putri3