Ditulis pada 10 January 2018 , oleh Pendidikan Jepang , pada kategori Berita

Hallo, perkenalkan, nama saya Nadia Irma Della Devina, 20 tahun. Mahasiswa Universitas Brawijaya. Saya belajar pendidikan bahasa Jepang, sudah semester 5. Berawal dari belajar Bahasa Jepang saat SMA, saya mulai mencintai bahasa dan kebudayaanJepang. Sehingga saya ingin mempelajari lebih dalam tentang bahsa dan  kebudayan Jepang. Beruntungnya, saya mendapat kesempatan untuk mengunjungi dan mempelajari kebudayaan negeri bunga sakura ini secara langsung dengan mengikuti program perkenalan budaya yang diadakan oleh PUK (Prefecture University of Kumamoto). Saya berangkat ke Jepang bersama lima orang teman dan satu orang dosen. Kami berangkat pada tanggal 9 Desember dan berkesempatan belajar tentang  kebudayaan Jepang secara langsung dengan orang-orang  hebat disana selama 10 hari. Kebetulan saat itu musim dingin. Jadi persiapan saya sedikit berbeda.

Dari hari senin hingga kamis kami mengikuti kelas sesuai dengan jadwal yang diberikan PUK. Pada hari senin kami mendapar orientasi menganai tempat-tempat di kampus dan mengikuti welcome party yang diadakan PUK. Welcome party ini merupakan kesempatan  yang menyenangkan karena pada acara ini baik mahasiswa Indonesia dan mahasiswa PUK dapat berkenalan, berbincang dan mendapat teman-teman baru di Jepang. Pada hari Selasa, saya dan teman-teman dari Indonesia mengikuti kelas tradisi minum teh Jepang atau disebut dengan Chadou,  memakai pakaian tradisional Jepang yaitu yukata  yang diadakan oleh PUK. Pada hari Rabu, kami mengikuti jadwal yang telah ditentukan yaitu hadir dalam seminar yang diadakan oleh Mr. Takano, dosen cross culture di PUK. Pada seminar itu, mahasiswa PUK memberikan presentasi mengenai hubungan Jepang dan Indonesia dari zaman sebelum kemerdekaan RI hingga hubungan yang terus makin membaik hingga saat ini. Pada seminar itu juga kami diberi kesempatan untuk mempresentasikan Indonesia secara umum. Kemudian, kami juga diberi kesempatan untuk mendampilkan suatu performance. Kami menampilkan lagu ampar-ampar pisang dan lagu dangdut. Pada hari Kamis, Selain belajar kebudayaan Jepang, kami berkesempatan jalan-jalan di negara cantik ini. Tempat yang kami kunjungi adalah Suizenji Park yang terletak di daerah Suizenji, Kumamoto. Pada hari Jumat barulah giliran kami memperkenalkan budaya Indonesia melalui presentasi dan performance yang diadakan di Hall PUK. Saya memperkenalkan Indonesia secara umum dan memperkenalkan budaya dari daerah kelahiran saya, yaitu Jawa Timur. Tidak lupa pula saya menggenakan kebaya saat presentasi. Meskipun gugup, saya berusaha sebisa mungkin untuk menutupi kegugupan saya. Di akhir presentasi, saya dan teman-teman saya menampilkan tari merak, tari sajojo dan tentunya kami memperkenalkan musik dangdut. Saya sangat bersyukur karena mendapatkan respon yang sangat baik oleh audience.

 Pada Hari Sabtu, kami diberi waktu bebas. Kami tidak pergi ke kampus dan kami bebas melakukan apapun yang kami mau pada hari itu. Kami memilih untuk pergi ke kumamon square dan pergi berbelanja. Pada hari Minggu, kami diajak jalan-jalan lagi ke Gunung Aso yang terletak di Kumamoto. Saat sampai di Gunung Aso, saya melihat pemandangan yang luar biasa indah, ditambah lagi saya melihat benda putih yang berjatuhan bak gerimis. Itu adalah kali pertama saya melihat salju. Saya sangat senang melihat salju yang turun dan tertabur di rerumputan bagai es serut.

Semua tentang  Jepang membuat saya jatuh cinta. Bahasanya, budayanya, makanannya, pakaian tradisionalnya, tempat wisatanya, suasana hangat dan orang-orang yang saya saya temui membuat saya betah dan ingin kembali mengunjungi negara yang setiap sudutnya indah ini. Semoga saya mendapatkan kesempatan untuk kembali berkunjung ke Jepang, belajar kebudayaan Jepang lebih dalam lagi, dan bertemu dengan banyak orang-orang menyenangkan lainnya.

nad3 nad4 nad1