Ditulis pada 12 March 2018 , oleh Pendidikan Jepang , pada kategori Kegiatan

Agenda tahunan pertukaran budaya Jepang-Indonesia yang dilaksanakan satu tahun sekali yaitu Tabunkakouryuu in Malang, kini memasuki tahun yang ke 12. Total peserta dari Tabunkakouryuu in Malang tahun ini diikuti oleh total 24 orang peserta, yaitu 13 peserta dari Jepang, 1 peserta dari Korea, dan 10 peserta dari indonesia. Peserta dari Korea memberikan nuansa tersendiri dalam kegiatan yang biasanya hanya diikuti oleh peserta Jepang-Indonesia. Dikarenakan Universeitas Brawijaya adalah tuan rumah dari kegiatan tersebut, sehingga 10 peserta Indonesia adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang dan mahasiswa Jurusan Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya yang dipilih melalui proses wawancara. Kegiatan ini dilaksanakan guna memfalisitasi mahasiswa program studi bahasa Jepang dalam kemahiran berkomunikasi dalam percakapan meggunakan bahasa Jepang.

Acara Tabunkakouryuu in Malang yang berlangsung lebih kurang satu minggu ini, dimulai dari tanggal 28 februari 2018 sampai tanggal 7 maret 2018. Kegiatan ini dibuka secara resmi pada kamis malam tanggal 1 maret di Green Leaf Restaurant yang dihadiri oleh Takao Ota (The President of International Institude of Multi-Cultural Studies), Segegaya Mako (Vice President of International Institude Multi-Cultural Studies), Aji Setyanto, S.S., M.Litt., Ogawa Yuki, M.A. (Perwakilan Jurusan Sastra Jepang Universitas Brawijaya),  Kawamoto Asuna, M.A.(Perwakilan Jurusan Pendidika Bahasa Jepang Universitas Brawijaya),  Hari Budi Setiawan, M.Pd.I. (Kepala Sekolah SD Brawijaya Smart School), Dr.Drs. Sugeng Rianto, M.Sc. (Pimpinan Brawijaya Smart School), dan tentunya seluruh peserta tabunkakouryuu in malang. Kegiatan pembukaan tabunkakouryuu in Malang diawali dengan sambutan dari masing-masing perwakilan, dan kemudian dilanjutkan dengan makan bersama untuk mengakrabkan seluruh peserta, lalu diakhiri foto bersama dengan seluruh tamu yang hadir. Sebelum menghadiri peresmian pembukaan Tabunkakouryuu in Malang, para peserta dari Jepang-Korea  pada pagi harinya melakukan kunjungan ke Brawijaya Smart School . Kedatangan para peserta disambut meriah oleh siswa-siswi Brawijaya Smart School. Hari ke-3 tanggal 2 maret, pagi harinya peserta dari Jepang-Korea mengunjungi kelas bahasa Jepang Universitas Brawijaya untuk saling berbagi ilmu dan bertukar pikiran. Kemudian pada siang harinya dilaksanakan diskusi di aula gedung A Fakultas Ilmu Budaya. Diskusi ini berlangsung lebih kurang 2 jam yang dibuka dengan perkenalan peserta dari Jepang-Korea, dilanjutkan dengan presentasi mengenai Universitas salah satu peserta dari Jepang-Korea. Memasuki acara utama peserta dibagi menjadi beberapa grup diskusi untuk memudahkan seluruh peserta berbagi ataupun melatih kemampuannya dengan berbicara menggunakan bahasa Jepang kepada peserta dari Jepang-Korea. Tanggal 3 maret, peserta dari Jepang-Korea melakukan kunjungan kebeberapa objek wisata yang ada di Malang salah satunya ialah Kampung Warna-Warni Jodipan dengan ditemani peserta dari Indonesia. Pada kegiatan kali ini ke 24 peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberi kesempatan untuk memilih objek wisata mana yang mau dikunjungi. Hari selanjutnya tanggal 4 maret, peserta dari Jepang-Korea melakukan kegiatan Homestay dengan keluarga Indonesia guna mengetahui keseharian dari masyarakat Indonesia. Tanggal 5 maret, seluruh peserta dan staff pergi bersama ke objek wisata Pantai Batu Bengkung untuk merefreshingkan diri setelah hari-hari sebelumnya diisi dengan kegiatan yang cukup serius. Hari ke-7 tanggal 6 maret, semua peserta ­Tabunkakouryuu in Malang pergi menginap di villa yang ada di Batu untuk lebih mengakrabkan seluruh peserta dan juga staff. Kegiatan di villa sore harinya diisi  Performer dan pemutaran video kegiatan selama 1minggu.Tanggal 7 maret adalah kegiatan perpisahan peserta dari jepang-korea daan peserta dari indonesia ,setelah itu pemberangkatan menuju bandara juanda.

tabunka1 tabunka3