Ditulis pada 20 February 2016 , oleh Seni Rupa , pada kategori Berita
Doc. Erwin Saputra

Erwin Saputra mahasiswa Seni Rupa Murni FIB-UB Angkatan 2012.

 

                   MALANG Erwin Saputra merupakan salah satu mahasiswa Seni Rupa FIB-UB angkatan 2012. Erwin panggilan akrab teman- teman serta orang terdekatnya, merupakan kelahiran Jember, 30 Desember 1993. Dia tak pernah menyangka hasil karyanya bisa membuat dirinya berjumpa dengan para artis dan tokoh terkenal Tanah Air. Demian Pesulap, Ahmad Bustomi, dan Mario Teguh adalah nama-nama pesohor yang pernah menggunakan jasa mahasiswa semester 8 Universitas Brawijaya ini. Beberapa acara Televisi juga mengundangnya seperti Hitam Putih, juga penyerahan karya dalam acara Kick Andy serta Mata Najwa.

                     Kisah pemuda berusia 22 tahun ini bermula ketika dia diterima sebagai mahasiswa Universitas Brawijaya, Malang. Dinyatakan lolos seleksi membuat Erwin senang sekaligus gelisah. “Semester pertama dan kedua saya belum dapat beasiswa Bidik Misi, jadi saya harus memutar otak untuk mendapatkan penghasilan sendiri,” kisah pemuda asal Jember, Jawa Timur ini. Erwin sadar bahwa dia tak mungkin terus-terusan minta kiriman uang kepada ibunya. Apalagi, dia hidup hanya dengan ibunya yang berjualan tahu, sehingga ibunya harus berjuang seorang diri untuk membiayai kuliahnya. Perasaan tidak tega dan kasihan itulah yang selalu bergejolak di dalam batinnya. Dia lalu mencoba berjualan es teh untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Bukannya untung, Erwin malah rugi banyak. Bahkan, modal yang digunakan untuk usahanya itu sampai ludes. Meski sempat terpukul, Erwin kemudian mencoba peruntungan lain. Berbekal ilmu seni yang dia pelajari sejak SMA, dia membuka jasa menggambar Potrait. “Saat itu iseng-iseng gambar Harry Potter. Lalu Erwin upload di akun Facebooknya, banyak teman- temannya yang bertanya dan sangat ingin dibuatkan.

Doc. Erwin Saputra

Penyerahan hasil karikatur kepada Andy. F. Noya dalam acara Kick Andy (Foto Kiri) dan memberikan hasil karikatur kepada Sandiaga Uno.

              Hasil karya pertamanya dihargai Rp 14.000 saja. Meski nominalnya tak seberapa, dia mengaku sangat senang karena bisa mendapatkan uang dengan keringatnya sendiri. Setelah dia gencar melakukan promosi via sosial media, pesanan demi pesanan akhirnya datang silih berganti. Berkat keahlian menggambar itulah, pemuda yang juga menjadi santri di Pondok Pesantren Miftahul Huda, (Gading) Malang itu menuai banyak prestasi. Erwin pernah menyabet peringkat kedua Lomba Desain Batik Nasional, Juara 3 Musabaqoh Kaligrafi di Ponpes Miftahul Huda, Juara 3 Lukis Kapur Wisata Jember, Juara 3 UIN Skecthwalk dan menjadi Finalis Kartun Santri Nusantara di Gallery Nasional Indonesia. Karya-karya Erwin juga sampai ke tangan para selebritis dan tokoh terkemuka di Indonesia, seperti Andy F Noya, Sandiaga Uno, Andre Taulany, dan Sule. Bahkan, Rektor Universitas Brawijaya kala itu, juga memiliki karikatur yang dibuatnya.

Doc. Erwin Saputra

Hasil karya Scribble Erwin yang langsung digunakan oleh akun Instagram asli Mario Teguh.

                          Setelah 2 tahun menekuni karikatur, Erwin mulai mencari alternative agar tidak bosan dan bisa terus berkarya. Di mata kuliah yang ia tempu di semester 4 pada 2014, ia mendapatkan mata kuliah seni gambar yaitu menggambar garis kecil-kecil sejajar. Pengerjaan tugas ini bisa memakan 3 hari dalam 1 kertas berukuran A3. Melatih kesabaran, Erwin tidak serantanan dan mengoret-oret garis tersebut, tapi malah memunculkan ide unruk menggambar menggunakan garis tersebut. Ia aplikasikan pada android Samsung S3 Mini kala itu, akhirnya banyak pesanan yang ternyata bisa mengalahkan pesanan sebelumnya, yaitu karikatur.

Doc. Erwin Saputra

Hasil design Scribble Erwin untuk brand Kampong Design (Foto Kiri) dan untuk brand Labako Indonesia.

                           Erwin sangat enjoy dengan scribble ini. Akhirnya banyak kerjasama dengan desain casing Handphone dan beberapa distro kaos di Bali, Kalimantan, Tangerang, dan distro milik Ahmad Bustomi. Tak berhenti sampai disitu, karya-karyanya pun sudah Go Internasional, Malaisya, Thailand, Abu Dhabi dan Boston USA. Karya Scribble Art ini yang mendapat banyak apresiasi, mulai dari Metro TV, JRX SID, Rianna, Denny Cagur, Vincent, Bambang Pamungkas. Sampai ia dapat pesanan langsung dari pemain sepak bola Ahmad Bustomi, artis Demian dan Mario Teguh.

Doc. Erwin Saputra

Erwin juga dipercaya pada acara Mata Najwa untuk pemberian karyanya Scribble. Saat itu ia sepanggung bersama Najwa Shihab dan Fenty Effendi.

                           Kreatifitasnya  tak berhenti disitu, dia mencoba membuat karya dari selotip. Kreatifitas memang selalu dibutuhkan untuk berbagai hal, termasuk menghasilkan karya seni. Bahkan agar karya seni tidak monoton, gebrakan baru pun perlu dimunculkan. Prinsip itulah yang kemudian dilakoninya dalam menghasilkan karya seni yang memuat lukisan dari bahan selotip. Selotip yang biasanya digunakan untuk merekatkan sesuatu itu dimanfatkan sebagai bahan untuk membuat karya. Dari selotip itu, ia bisa membuat karya yang ia sebut sebagai seni selotip.

Doc. Erwin Saputra

Karya pertama Erwin yang terbuat dari selotip dan diapresiasi sangat baik oleh Walikota Bandung, Ridwan Kamil.

                           Ide membuat seni yang disebutnya Selotip Art itu muncul secara tiba-tiba. Kemampuannya menggambar karikatur dan scribble art membuatnya sering kebanjiran order yang mengharuskannya mengirimkan karyanya ke luar kota seperti Jakarta, Bandung, Jambi, Lampung, Palembang hingga Makassar. Dari kesehariannya menggunakan selotip sebagai perekat, Erwin lalu terpikir untuk mengeksplore seni dari selotip. Ia kalau mengemas barang kiriman pakai selotip. Jadinya kepikiran membuat selotip itu sebagai bahan karya, nggak cuma buat packing barang. Erwin yang merasa belum pernah melihat karya seni dari selotip di Indonesia lalu mencoba mengeksekusi ide tersebut. Pertama eksekusi, Erwin mencoba menggambar karakter Ridwan Kamil, tokoh favoritnya. Ia kemudian mengunggah karyanya itu ke akun Instagramnya. Tak disangka, ternyata Ridwan kamil pun memberikan respon positif bahkan hingga merepost karyanya yang berukuran 85×60 cm itu. “Seperti yang saya duga, ini akan mendapat respon positif,” ungkap Erwin.

                Selain tokoh Ridwan Kamil, Erwin sampai saat ini juga telah membuat seni selotip dengan karakter beberapa Presiden seperti Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Gus Dur, hingga Megawati Soekarno Putri dan berencana membuat seri tokoh Indonesia dari bahan selotip. Rencananya itu bukan tanpa alasan, ia ingin para pemuda lebih mengenal tokoh-tokoh besar dan pahlawan yang ada di Indonesia. Untuk membuat karya seni selotip, Erwin membutuhkan waktu sekitar 4 jam. Kerumitan dan ketelitian menjadi hal yang harus diperhatikan olehnya. “Kalau menggunakan selotip harus hati-hati, kalau salah dan selotipnya dibuka lagi kan bisa rusak”.Ungkap Erwin.

Doc. Erwin Saputra

Berkat kreatifitasnya tersebut Erwin diundang dalam acara Hitam Putih Trans7, dengan tema Hobi yang menghasilkan.

                            Dari kemampuannya membuat karya digital scribble art, karikatur, dan seni selotip, Erwin bisa membiayai sendiri kuliah dan biaya hidup sehari-hari. Pemesan karyanya pun tak hanya masyarakat biasa, melainkan sudah sampai ke orang terkenal. Erwin memberikan contoh jika pemesan karikaturnya salah satunya adalah Sandiaga Uno. Lalu pemesan digital scribble artnya adalah Demian, Mario Teguh, hingga pesepakbola Ahmad Bustomi. Bahkan saking kepincutnya dengan scribble art buatannya, kini Erwin juga dikontrak oleh Ahmad Bustomi menjadi desainer scribble untuk produk kaos distro milik Ahmad Bustomi.

                             Kendati telah memiliki segudang prestasi, Erwin tidak mau seperti ‘kacang lupa pada kulitnya’. Saat pulang ke Jember, dia selalu menyempatkan diri berkunjung ke SMA nya dulu untuk membagikan pengalamannya sekaligus memberi motivasi kepada adik-adik kelasnya. Seperti ke sanggar seni atau menjadi pembicara di sekolah dalam acara Open Campus. Tak hanya itu, dalam acara lainnya seperti IPNU-IPPNU ia juga sering menjadi pembicara.

Untitled-8       Untitled-9        Untitled-10

Published by: ProdiSeniRupaMurni/Sabitadr