Ditulis pada 22 June 2017 , oleh Seni Rupa , pada kategori Berita

lukisan 2

lukisan 1

Pameran seni lukis dengan tajuk “Visualisasi Media Sosial dalam Eksistensi Diri dan Pencitraan” ini menjadi wujud kegelisahan maraknya budaya bermedia sosial. Interpretasi penciptaan terfokus pada makna eksistensi diri dan pencitraan, dimana dua hal tersebut tidak akan pernah lepas dari aktifitas siapa saja di media sosial. Eksis dalam hal ini mengarah pada aktualisasi manusia yang berlebihan dalam mengungkap jati diri kepada siapa saja di media sosial, gambaran seolah setiap orang telah membuka kotak privasi dirinya. Selanjutnya pencitraan merupakan pasangan eksistensi jika dalam bermedia sosial sangat syarat dengan upaya menunjukkan segala sesuatu melalui keangkuhan agar dipandang ‘baik’ oleh orang lain. Seringkali eksis dan pencitraan menjadi media kompetisi online yang menuntut seseorang meninggalkan jati diri sebenarnya di dunia nyata. Dan masih banyak alasan media sosial menjadi isu yang membuat siapa saja terperangkap oleh bahaya kecanduan yang merugikan waktu. Oleh sebab itu karya ini di sajikan sebagai penggugah guna memberikan refleksi penyadaran melalui wujud visual sederhana dan mudah dipahami, serta menjadi satire (sindiran) yang berupaya mengajak para apresiator agar dapat mengelola media sosial secara bijaksana. (windy eka)