Ditulis pada 28 September 2017 , oleh Seni Rupa , pada kategori Berita

Diskusi Seni Budaya-2-1

Diskusi Seni Budaya Menggali Lokal Menjaring Global

 

Diskusi Seni Budaya ‘Menggali lokal Menjaring Global’ menjadi rangkaian acara Pameran Ziarah  yang didukung oleh Prodi Seni Rupa Murni sebagai pararel event dalam rangka Dies Natalis FIB UB yang ke 8. Acara yang berlangsung pada hari Kamis, 14 September 2017  lalu ini mendapuk Wahyudin Kurator dan Penulis Seni Rupa, bersama dengan Gatot Pudjiarto selaku Seniman kota Malang sebagai pembicara.

Dalam diskusi seni yang bertempat di Gedung B FiB tersebut Wahyudin mengapresiasi pameran ziarah sebagai moment untuk merefleksi dan mengingat kembali budaya masa silam yang agung dan luhur. Pada kesempatan yang sama  Gatot Pudjiarto juga turut berbagi pengalamannya tentang proses kreatifnya selama menjalani profesi seniman. Seniman yang dikenal dengan karya kolase-nya tersebut juga menceritakan bagaimana suka duka berkecimpung di dunia seni rupa hingga menjadi dikenal seperti sekarang ini. Diskusi seni budaya ini dihadiri oleh para mahasiswa Seni Rupa Murni UB dari berbagai angkatan, Dosen prodi Seni Rupa UB, serta warga FIB dan  beberapa mahasiswa luar kampus UB.

Femi Eka Rahmawati, Ketua Prodi Seni Rupa Murni UB terkait kegiatan tersebut dalam suatu kesempatan menyampaikan “Dalam seni tuntutan kreatif dan inovatif akan selalu menjadi pelecut untuk memacu ide dan gagasan penciptaan seni rupa agar tetap mengalir dan menjadi sumber mata air yang tidak ada habisnya. Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat memberi penyegaran,refleksi dan pemahaman mengenai budaya untuk menyemangati secara kolektif maupun bagi individu untuk selalu menjaga semangat berkesenian bersama-sama.” pungkasnya

Sementara itu Romy Setiawan, sebagai ketua Pameran Ziarah dalam suatu kesempatan saat pameran ziarah berlangsung menyampaikan bahwa gelaran pameran Ziarah tersebut bertujuan untuk menunjukkan respon kreatif, inovatif dan capaian kekaryaan para peserta terhadap ingatan akar tradisi dan kearifan  dalam menyikapi era kemajuan zaman dan globalisasi dunia yang kini mengepung situasi sosial dan budaya saat ini. (wr/my)