Ditulis pada 7 November 2017 , oleh Seni Rupa , pada kategori Berita
mix media instalasi

‘kenyamanan dan impian’, salah satu karya yang ditampilkan dalam SURPRISE 11

Forum Komunikasi Mahasiswa Kriya Indonesia (FKMI) telah menggelar Surprise yang ke 11 dari tanggal 23 hingga 26 Oktober 2017.  Acara tahunan ini  selalu dilaksanakan pada tempat yang berbeda dengan mempertimbangkan berbagai keunikan tempat yang dipilih. Kali ini  Yogyakarta menjadi tuan rumah terselenggaranya Surprise yang ke 11. Selama 4 hari, kegiatan  ini berlangsung di Bale Banjar Sangkring dan ISI Yogyakarta.

Dengan adanya forum surprise, semuanya hasil karya anggota FKMKI dari berbagai mahasiswa seni rupa di Indonesia mendapat wadah untuk diapresiasi. Bahkan kegiatan ini juga menjadi  ajang  berbagi aspirasi dan berbagi pengetahuan  tentang karya serta wacana mengenai perkembangan seni kriya. Beberapa universitas yang berpartisipasi dalam acara ini di antaranya adalah: Universitas Brawijaya, UNY, UNS, ISI Bali, ISI Padang Panjang,  ISI Solo, ISI Jogja, Institut Kesenian Jakarta, dan Isbi Aceh.

Tema Avant-garde  diusung dalam kegiatan Surprise kali ini, tema tersebut dipilih untuk menjelajahi kemungkinan-kemungkinan mutakhir dalam kriya yang dapat menggambarkan semangat inovatif, eksperimental, dan melampaui batasan konvensi kriya pada umumnya. Sejumlah kegiatan telah dipersiapkan untuk mensukseskan jalannya acara.  Adapun acara yang diselenggarakan adalah fashion show, pertunjukan music etnis, seminar creative indie market oleh Houze of piratez (Oky Rey Montha) dan Indiguerillas (Santi Ariestyowati), dilanjutkan dengan workshop Resin Bening dan Terarium, serta pameran kriya bersama dan bedah karya, disusul diskusi FKMI, city tour dan art perform delegasi tiap universitas anggota.

Dalam kesempatan ini Universitas Brawijaya mengirim 5 Mahasiswa untuk menghadiri rangkaian acara tersebut.   2 kelompok kolektif mahasiswa seni rupa FIB telah terpilih dalam seleksi kurasi pameran Surprise yang diselenggarakan di Bale Banjar Sangkring. 2 karya tesebut berjudul Abreaksi dan Kenyamanan dan Impian. Keduanya merupakan karya mix media. ‘Abreaksi’ merupakan karya mix media berbasis Tie Die Tekstil, sedangkan ‘Kenyamanan dan Impian’ merupakan karya mix media instalasi.

Dari kegiatan tersebut Rochmad Qodir, salah seorang mahasiswa Seni rupa yang menjadi delegasi dari Universitas Brawijaya mengaku mendapatkan pengalaman yang berharga, menurutnya kegiatan tersebut penuh muatan edukasi dan inspiratif karena materi diskusinya menarik, dan banyak teknik kriya baru yang diperoleh dalam workshop yang sayang untuk di lewatkan. Ia juga menambahkan bahwa semua para peserta tentunya ingin terus berinovasi dalam berkesenian dan terus membangun eksistensi pribadi maupun instansi. (qdr/my)