Ditulis pada 17 May 2018 , oleh Seni Rupa , pada kategori Berita

Tyaga salah satu lembaga seni lintas disiplin yang berbasis di Malang menyelenggarakan pameran dengan tajuk  Tong Edan di Bentara Budaya Jakarta. Sejumlah 34 peserta yang terdiri dari seniman dan mahasiswa seni menampilkan karya mereka yang terdiri dari seni lukis, seni grafis dan fotografi seni.  5 diantara 34 peserta yang lolos seleksi kuratorial oleh Kuss Indarto tersebut merupakan perwakilan dari prodi seni rupa murni Brawijaya, yakni Nur Iksan Dosen pengampu mata kuliah Grafis, Sinwan Aliyafi mahasiswa angkatan 2011, M.Rizal Herlambang, Rizka Suhita Parasinta, dan Iqbal Misbahudin yang ketiganya merupakan mahasiswa angkatan 2017. Nur Iksan beserta Iqbal menampilkan karyaGrafis mereka sementara Sinwan, Herlambang dan Rizka menampilkan karya lukisnya.

Tong Edan sebagai tajuk dalam pameran ini terinspirasi dari wahana hiburan yang juga dikenal dengan sebutan lain sebagai Tong Setan. Hiburan ini mempertunjukkan pengendara sepeda motor melakukan atraksi yang berbahaya, para pemain Tong Edan berputar di lintasan dengan dinding mirip tong berbentuk  silinder yang tinggi melingkar dengan sudut kemiringan lebih dari 90°. Semakin cepat kendaraan dipacu, maka pemain Tong Edan semakin menempel di lintasan dan susah untuk terjatuh oleh gravitasi bumi. Permainan Tong Edan selain memacu adrenalin dalam diri pemainnya, juga memicu adrenalin dari tiap penonton yang menyaksikan. Pameran ini mencoba mengubah “Tong Edan“ menjadi simbol dan metafora ke dalam karya seni sesuai dengan ekspresi dan interprestasi setiap pelaku seni. Tong Edan dipahami sebagai kehidupan kreatif seniman yang bila tidak dijaga ritme berkeseniannya maka akan dapat jatuh dan tenggelam. Dibuka oleh Gallerist dan pecinta seni Rahmat Sebastian, pameran ini berlangsung pada tanggal 17 hingga 26 Mei 2018 untuk umum pukul 10.00-18.00 WIB.

ScreenHunter 08

Karya Grafis Iqbal M yang turut dipamerkan dengan judul Kartiu Domino ” Ta”. ink print, acrylic on canvas