Ditulis pada 1 December 2014 , oleh Seni Rupa

SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI)

Untuk menghadapi persaingan global Fakultas Ilmu Budaya UB harus mampu mempertahankan bahkan meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun internasional. Untuk itu, Fakultas Ilmu Budaya UB terus berupaya meningkat mutu, relevansi dan efisiensi layanan dengan mengembangkan sistem penjaminan mutu. Sistem penjaminan mutu Fakultas Ilmu Budaya UB merupakan bagian dari serangkaian kegiatan UB dalam pengembangan jaminan mutu. Sistem jaminan mutu ini meliputi organisasi, dokumentasi, dan proses penjaminan mutu. Organisasi jaminan mutu telah dibentuk mulai dari tingkat Universitas (Pusat Jaminan Mutu = PJM) dengan SK Rektor 023A/SK/2006, Fakultas (Gugus Jaminan Mutu = GJM) dan Jurusan (Unit Jaminan Mutu = UJM). Tugas GJM adalah membantu Dekan dalam penyusunan dokumen kebijakan, peraturan, standar dan manual prosedur akademik. Tugas UJM adalah membantu Ketua Jurusan dalam penyusunan dokumen: (a) Spesifikasi Program Studi (SP), (b) Manual Prosedur (MP) dan (c) Instruksi Kerja (IK) yang sesuai dengan Standar Akademik, Manual Mutu Akademik dan Manual Prosedur di tingkat fakultas.

Butir-butir mutu yang dijamin melalui Sistem Penjaminan Mutu FIB:

  • Kurikulum
  • Sumber daya manusia (dosen dan tenaga penunjang)
  • Mahasiswa
  • Proses belajar mengajar
  • Sarana Prasarana
  • Suasana Akademik
  • Penelitian dan Publikasi
  • Pengabdian kepada masyarakat
  • Manajemen Akademik
  • Sistem Informasi Akademik

Sistem penjaminan mutu UB pada tahun 2008 ini adalah terbaik ke-3 seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia. UJM S1 Sastra Inggris terpilih sebagai Prodi baru dengan kinerja akademik terbaik dalam UB Annual Quality Award (UBAQA), yakni penghargaan sistem penjaminan mutu di tingkat universitas, pada tahun 2008.
Dalam kaitannya dengan mahasiswa, sistem penjaminan mutu yang telah disusun memberikan manfaat terutama : 1) dengan adanya standart yang harus dicapai maka ada jaminan untuk meningkatkan kualitas layanan pembelajaran, 2) ada panduan tertulis tentang aktivitas pembelajaran, 3) selalu dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja FIB secara rutin untuk perbaikan kinerja, 4) adanya standar, panduan, dan monev yang terus menerus dilakukan maka diharapkan kualitas lulusan juga meningkat.