Sinau Bareng Integrasi Pembelajaran dengan Teknologi Bagian 1 

Di era pandemi COVID-19 ini, kegiatan pembelajaran tidak bisa dilakukan dengan tatap muka (luring), melainkan harus dilakukan secara virtual (daring). Oleh karena itu, dosen memiliki tantangan bagaimana menyelenggarakan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan dengan peserta didik (mahasiswa), sehingga dapat menciptakan pembelajaran yang efektif dan efisien. Hal ini melatarbelakangi Jurusan Pendidikan Bahasa (JPB) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) untuk menyelenggarakan acara sinau bareng yang dilaksanakan pada Kamis (11/2/2021) secara daring.

Acara yang mengambil tema “Sinau Bareng Integrasi Pembelajaran dengan Teknologi” ini diikuti oleh dosen-dosen di lingkungan FIB UB dengan dimoderatori oleh Wiranto Aji Dewandono, M.Pd. Pihak penyelenggara menghadirkan dua narasumber yaitu Dian Novita Dewi, M.Li., dan Devinta Puspita Ratri, M.Pd.

Acara dibuka oleh moderator dengan menyampaikan susunan acara dan menjelaskan tujuan diselenggarakan acara sinau bareng ini. Moderator mengungkapkan tujuan acara ini adalah meningkatkan atau mengembangkan kapasitas dosen terutama dalam bidang penggunaan aplikasi media pembelajaran daring.

“Acara sinau bareng ini akan sangat bermanfaat untuk persiapan perkuliahan yang akan dilaksanakan pada semester genap ini,” ungkap moderator.

Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua JPB yaitu, Dr. Sony Sukmawan, M.Pd. Ia menjelaskan bahwa peranan dosen dalam pembelajaran daring adalah membangun wajah secara virtual, karena mahasiswa lebih banyak mengenal dan memahami pribadi dosen dengan media pembelajaran yang ditampilkan dan disiapkan saat proses pembelajaran.

“Penilaian mahasiswa terhadap dosen adalah bagaimana kesiapan kita mengajar dan menyajikan materi pembelajaran sesuai dengan dunia dan minat mereka (mahasiswa),” tegas Sony Sukmawan.

Materi pertama disampaikan oleh Dian Novita Dewi. Ia menyampaikan bahwa pembelajaran daring lebih melelahkan dan juga mencari perhatian mahasiswa sangat berat bagi para dosen.

“Jadi strategi yang dilakukan adalah dengan menggunakan aplikasi-aplikasi yang membuat mahasiswa tertarik untuk bisa terlibat secara aktif dalam pembelajaran,” ungkap dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FIB UB ini.

Dalam kesempatan ini, Dian mempresentasikan materi dengan judul “Pembelajaran Listening dan Reading lebih menarik, why not?”. Ia menjelaskan bagaimana mengoptimalkan penggunaan aplikasi Google Classroom untuk pembelajaran listening dan reading yang lebih menarik minat mahasiswa. Untuk menarik perhatian mahasiswa, ia juga menunjukkan cara membuat permainan pembelajaran menggunakan aplikasi Kahoot dan penggunaan aplikasi Padlet untuk menunjang kegiatan pembelajaran reading, writing, listening  dan speaking.

Materi kedua disampaikan oleh Devinta Puspita Ratri yang menjelaskan tentang bagaimana mengoptimalkan google form Add-on dalam pembelajaran daring. Secara rinci Devinta mendemokan  penggunaaan form builder untuk pembuatan kuis atau soal yang efektif. Selanjutnya ia juga menjelaskan bagaimana menggunakan Control Accepting Responses dan Form Notification.

Devinta juga menjelaskan bagaimana menggunakan web extentions, dengan fitur insert learning. Dilanjutkan dengan mengoptimalkan fitur yang ada di  aplikasi zoom, yaitu fitur share screen whiteboard untuk berinteraksi dengan mahasiswa.

Sebagai penutup moderator menyampaikan akan diselenggarakan sinau bareng bagian dua yang rencananya akan dilaksanakan pada Rabu (17/2/2021). [DP/DTS/MSH/Humas FIB]