Lestarikan Budaya Nusantara Melalui Kirab Pataka Budaya  

Sejalan dengan tema Dies Natalis ke-10 Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) “Menyemai Bineka, Menjaga Nusantara”, tema Kirab Pataka Budaya 2019 adalah Nusantara. Hal ini merujuk pada keberagaman suku yang bersatu dalam Indonesia terlihat pula dari berbagai program studi di bawah naungan FIB UB.

Pada Kirab Pataka Budaya ini, keindahan harmoni keragaman dalam semangat kesatuan disimbolkan dengan kepemerintahan Raja Brawijaya (direpresentasikan oleh Rektor UB, Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani, A.R., M.S) yang berhasil membawa keberagaman suku-suku (fakultas-fakultas di UB) untuk meraih prestasi unggul sebagai satu kesatuan (UB) yang raya, sukses dan terdepan.

Kirab Pataka Budaya ini diadakan pada Kamis (24/10/2019) dengan melibatkan 13 kontingen yang terdiri dari jajaran dekanat, tenaga kependidikan, mahasiswa asing Program Darmasiswa RI serta kontingen program studi (sembilan program studi S1 dan satu program studi S2 yang terdiri dari para dosen dan mahasiswa).

Setiap kontingen mengenakan pakaian tradisional propinsi di Indonesia. Konsep busana yang dikenakan oleh Dekan FIB UB, Prof. Dr. Agus Suman, S.E., DEA adalah busana Raja Islam Mataram. Sedangkan busana yang dikenakan oleh para Wakil Dekan FIB UB adalah busana Srikandi lengkap dengan busur dan anak panahnya.

Seluruh kontingen melakukan pawai dimana kontingen dekanat mengendarai kereta kuda. Pawai ini juga diwarnai dengan pertunjukan seni perkusi angklung, penampilan Tari Jejer Gandrung Banyuwangi dari Unitantri, serta pertunjukan Bambu Gila dan tarian modern dari mahasiswa yang digelar di bundaran UB dan di beberapa titik sepanjang rute.

Adapun urutan kontingen terdiri dari pembawa banner, pembawa pataka, pengiring pataka, kontingen dekanat, penari, kontingen tenaga kependidikan, kontingen mahasiswa asing Program Darmasiswa RI, kontingen program studi, dan musisi perkusi.

“Tema Menyemai Bineka Menjaga Nusantara, Kirab Pataka Budaya ini adalah bentuk kontribusi FIB UB tidak hanya bagi UB tetapi bagi Indonesia,” ungkap Dekan FIB UB.

“Keluarga Besar FIB UB harus menjadi bagian penting yang ikut menjaga negeri ini untuk tetap bersatu dalam berbagai keberagaman. Karena itu FIB UB melalui kegiatan kirab ini mengenakan busana adat yang bermacam-macam dan penampilan seni yang beragam,” sambungnya.

“Kami ingin terus memberikan kontribusi yang positif, kontribusi yang besar bagi kemajuan UB. Sekarang ini kami baru berusia 10 tahun, tentu masih sangat muda untuk sebuah fakultas. Semoga ke depan, kami terus bisa mengantarkan FIB UB untuk menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah,” pungkasnya. (DT/MSH/PSIK FIB)