Program Studi (PS) Sastra Cina, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) turut aktif dalam mendorong UMKM Indonesia agar masuk ke pasar Cina melalui e-selling. Hal ini menindaklanjuti program Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (RI) melalui pengembangan e-marketing bertema bahasa dan budaya Mandarin guna meningkatkan ekspor produk UMKM ke Cina.

Kegiatan ini dilakukan secara daring dan diikuti oleh 15 perusahaan, 30 produk UMKM, Duta Besar (Dubes) RI untuk Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Drs. Djauhari Oratmangun; Atase Perdagangan Beijing, Marina Novira Anggraini; Dekan FIB UB, Prof. Agus Suman yang mewakili Rektor UB; dan CEO PT. SEG, Hadi lee. Dalam sambutannya, Drs. Djauhari Oratmangun menyambut baik PS Sastra China FIB UB yang memfasilitasi produk UMKM Indonesia untuk mengenalkan sekaligus menerjemahkan company profile ke dalam bahasa Cina.

Wakil Dekan bidang Umum dan Keuangan FIB UB, Dr. Esti Junining menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendukung pengembangan e-marketing yang telah digagas oleh Kementerian Perdagangan RI. FIB UB telah bekerja sama dengan Atase Perdagangan Cina, KBRI Cina melalui e-live selling atau penjualan produk UMKM secara real-time interaktif melalui video online. UB berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mengembangkan UMKM dan meningkatkan UMKM ke tingkat internasional agar produk UMKM Indonesia bisa diekspor ke Cina khususnya Tiongkok dan Taiwan.

“Ke depannya, UB siap untuk terus bekerja sama dengan PT. SEG IDN Store dan KBRI Cina, berkontribusi untuk pendampingan UMKM Indonesia supaya bisa dipasarkan di negara Cina. Lebih jauh lagi, UB siap berkontribusi dan bekerja sama dalam pemasaran produk UMKM Indonesia ke negara lain, karena FIB UB memiliki PS Sastra Cina, Sastra Inggris, Bahasa dan Sastra Perancis, Sastra Jepang, dan juga akan ada PS Bahasa Arab,” ujar Esti.

Saat ini ada 347 produk UMKM yang telah siap dan layak dipasarkan ke pasar internasional. Sedangkan untuk UMKM yang belum siap, nantinya akan ada pelatihan maupun pendampingan, baik dari segi pengemasan maupun uji kesehatan. Esti menambahkan, melalui kegiatan ini diharapkan produk UMKM layak dipasarkan ke pasar internasional. Oleh sebab itu, produk UMKM harus berkualitas dan memiliki legalitas yang jelas. [YAL/DTS/MSH/Humas FIB]