Salah satu tenaga kependidikan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB), Diah Titisari, S.S., menjadi penulis terbaik pada Lomba Cipta Puisi Nasional yang diselenggarakan secara daring melalui media sosial Instagram. Diah Titisari berhasil menjadi lima besar penulis terbaik dari 1500 lebih jumlah peserta terdaftar pada lomba yang diselenggarakan oleh Event Kreasi.
Tema yang diangkat adalah “Kehilangan”. Diah Titisari mencoba menulis puisi sesuai tema dengan judul “Satu Sepatu”, dan mengirimkannya kepada panitia. Beberapa puisi terbaik dipublikasikan dalam sebuah buku antologi puisi berjudul “Seperti Kenang yang Hilang”.
Diah Titisari juga meraih predikat sebagai puisi terbaik melalui event yang diselenggarakan oleh Badan Sastra, puisinya dengan judul “Bulan Kesepian” juga dibukukan dalam antologi puisi “Benang Kusut Ironi” sesuai tema yang diangkat yaitu “Ironi”.
Karya lain yang juga dibukukan dalam buku antologi puisi adalah “Kala Mentari Bersinar Cerah”. Pada puisi ini, Diah Titisari mencoba menulis sebuah puisi akrostik dan mengirimkannya untuk kompetisi yang diselenggarakan oleh Lintang Indonesia. Buku antologi puisi dengan tema bebas ini berjudul “Senja yang Terbelah”.
“Ini merupakan pengalaman pertama saya menulis karya sastra berupa puisi, dan ternyata mendapatkan predikat sebagai salah satu yang terbaik. Oleh karena itu, saya termotivasi untuk menulis puisi-puisi dan dilombakan. Saya tidak menyangka puisi-puisi saya lolos dan dibukukan,” ungkap Diah Titisari.
“Selain puisi, sekarang ini saya mengikuti lomba lain seperti cipta quote,” lanjutnya.
“Pengalaman kerja di bidang humas, mengasah kemampuan saya untuk bisa menulis lebih baik dan lebih indah,” pungkas tendik yang bekerja sebagai Humas FIB UB ini. [DTS/MSH/Humas FIB]